skin injuries
Wellness

Luka Karena Dermaplaning atau Eksfoliasi Berlebihan

Luka dermaplaning dapat terjadi akibat eksfoliasi berlebihan saat melakukan prosedur ini.

Dermaplaning merupakan teknik pengangkatan sel kulit mati dan bulu halus di wajah untuk memberikan hasil kulit yang lebih halus, memudahkan aplikasi riasan, serta meningkatkan tekstur kulit.

Perawatan ini dapat mendukung pergantian sel kulit, serta membantu menyamarkan garis halus, bekas jerawat, dan ketidaksempurnaan lainnya. 

Setelah prosedur, kulit biasanya terasa segar dan lebih responsif terhadap produk perawatan karena lapisan sel mati telah diangkat.

Meskipun memberikan hasil yang tampak meremajakan, dermaplaning tidak menghentikan proses penuaan alami. 

Selain itu, prosedur ini tidak disarankan jika kamu sedang memiliki jerawat aktif, kondisi kulit seperti eksim, psoriasis, atau rosacea; memiliki luka terbuka atau kulit terbakar; atau sedang menggunakan isotretinoin dalam enam bulan terakhir.

Risiko Dermaplaning Tanpa Profesional

GWS Wellness – Luka Dermaplaning Dapat Terjadi Jika Tak Dilakukan Profesional.

Meskipun jarang terjadi, dermaplaning yang dilakukan tanpa profesional dapat membawa beberapa risiko, seperti 

1. Infeksi

Penggunaan alat yang tidak disterilkan atau kurangnya perawatan kulit setelah prosedur dapat membuat bakteri masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi, terutama pada kulit yang baru saja terkelupas.

2. Bekas Luka

Pengikisan yang terlalu agresif atau teknik pisau yang tidak tepat dapat menyebabkan luka kecil.

Jika tidak ditangani dengan benar, luka ini dapat meninggalkan bekas permanen, terutama ketika prosedur dilakukan oleh orang yang belum berpengalaman.

3. Hiperpigmentasi

Pada beberapa individu, terutama yang memiliki warna kulit lebih gelap atau rentan pigmentasi, dermaplaning dapat menyebabkan perubahan warna kulit.

Kulit dapat menjadi lebih gelap di area tertentu setelah penyembuhan.

Efek Samping Umum Dermaplaning

Meskipun dermaplaning tergolong aman jika dilakukan oleh tenaga profesional, tetap ada efek samping yang perlu dipahami agar hasil lebih optimal. 

Sebagian besar efek samping ini bersifat ringan dan akan membaik dalam hitungan jam hingga beberapa hari.

1. Kemerahan dan Iritasi

Gesekan pisau pada permukaan kulit dapat menimbulkan kemerahan atau rasa perih ringan sesaat setelah prosedur.

Biasanya akan mereda dalam 24–48 jam.

2. Peningkatan Sensitivitas

Karena lapisan kulit terluar terangkat, kulit dapat menjadi lebih sensitif terhadap produk perawatan maupun paparan sinar matahari.

Penggunaan sunscreen sangat dianjurkan setelah prosedur.

3. Kulit Terasa kering atau Ketarik

Beberapa orang mungkin merasa kulitnya lebih kering atau ketarik selama pemulihan. Penggunaan pelembap yang tepat dapat membantu mengembalikan kelembapan alami kulit.

4. Jerawat atau Breakout

Pada kulit yang rentan berjerawat, ada kemungkinan dermaplaning memicu penyebaran bakteri pada permukaan kulit sehingga menimbulkan breakout baru.

Cara Merawat Kulit Setelah Eksfoliasi Agar Tidak Luka

GWS Wellness – Gunakan Tabir Surya untuk Jaga Luka Dermaplaning.

Setelah prosedur dermaplaning, kulit biasanya menjadi lebih sensitif, memerah, dan sedikit nyeri.

Karena lapisan pelindung kulit telah terangkat, perawatan pasca-tindakan sangat penting agar kulit pulih dengan optimal dan terhindar dari iritasi atau luka.

1. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari

Kulit pasca-eksfoliasi sangat rentan terhadap kerusakan UV. Terlalu banyak paparan sinar matahari dapat memicu kemerahan, iritasi, atau hiperpigmentasi.

Gunakan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, termasuk saat berada di dalam ruangan. Tabir surya berbahan mineral, seperti zinc oxide dan titanium dioxide sering kali lebih nyaman untuk kulit sensitif.

2. Hindari Riasan Selama 24–48 Jam

Kulit yang baru dieksfoliasi lebih mudah menyerap produk, sehingga bahan kosmetik berpotensi menimbulkan iritasi atau jerawat.

Jika harus menggunakan riasan, pilih produk berbahan dasar mineral yang lebih ringan dan tidak menyumbat pori.

3. Jaga Kelembapan Kulit

Rasa kering atau kulit terasa ketarik adalah kondisi yang umum setelah dermaplaning. Pilih pelembap yang lembut, bebas pewangi, dan kaya bahan hidrasi, seperti hyaluronic acid, ceramide, atau glycerin.

Mengoleskan pelembap pada kulit yang masih sedikit lembap membantu mengunci kelembapan lebih baik.

4. Hindari Panas dan Aktivitas yang Menyebabkan Banyak Keringat

Sauna, mandi air panas, atau olahraga berat dapat meningkatkan iritasi dan memperburuk sensitivitas kulit.

Berikan waktu beberapa hari bagi kulit untuk pulih sebelum kembali ke aktivitas yang memicu keringat berlebih.

5. Jangan Gunakan Eksfoliator atau Bahan Aktif

Dermaplaning sudah memberikan eksfoliasi mendalam. Menambahkan AHA/BHA, scrub, retinoid, atau produk pengelupas lainnya dapat membuat kulit semakin rusak dan berisiko luka.

Hentikan pemakaian bahan aktif setidaknya selama seminggu dan fokus pada produk yang menenangkan seperti lidah buaya atau chamomile.

6. Gunakan Pembersih yang Lembut

Pilih cleanser yang bebas pewangi dan tidak mengandung bahan keras agar kulit tetap bersih tanpa merusak lapisan pelindungnya. 

Pembersih berbasis gel atau krim biasanya lebih lembut dan cocok untuk fase pemulihan.

***

Dengan perawatan yang tepat, kulit dapat pulih dengan cepat, aman, dan tampil lebih sehat setelah dermaplaning.

Jika muncul kemerahan ekstrem, rasa perih yang tidak biasa, atau tanda infeksi, segera konsultasikan dengan tenaga medis atau profesional perawatan kulit. (xt)

Referensi

Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Dermaplaning.

Clare Bellaokc. Diakses pada 2025. Dermaplaning Aftercare Tips: Best Practices for Caring for Your Skin After a Dermaplaning Treatment.

White Pebble Dermatology. Diakses pada 2025. Are there any side effects of dermaplaning

Leave feedback about this

  • Rating