a painless wound
Perawatan Luka

Luka yang Tidak Sakit Bukan Berarti Aman—Waspadai Neuropati

Luka tapi tidak terasa sakit? Kedengarannya seperti keajaiban. Padahal, kondisi ini justru bisa menjadi tanda bahaya, terutama pada orang dengan neuropati.

Rasa sakit sebenarnya adalah sistem alarm alami tubuh. Ketika kulit terluka, saraf akan mengirim sinyal ke otak sebagai peringatan bahwa ada sesuatu yang salah. 

Pada orang yang sehat, refleks ini bekerja dengan baik. Misalnya, saat menginjak paku, tubuh akan langsung bereaksi: kaki ditarik, luka diperiksa, dan segera ditangani.

Ketika Luka Terjadi Tanpa Disadari

Namun, pada sebagian orang, mekanisme ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Luka bisa terjadi tanpa disertai rasa nyeri.

Akibatnya, seseorang dapat terus berjalan, beraktivitas, bahkan seharian penuh tanpa menyadari bahwa kakinya terluka.

Kondisi inilah yang sering terjadi pada penderita neuropati, di mana saraf mengalami kerusakan sehingga kemampuan merasakan nyeri menurun atau bahkan hilang.

Bahaya Ganda: Tidak Terasa dan Sulit Sembuh

Cedera semacam ini menyimpan bahaya ganda. Selain membuat penderitanya tidak peka terhadap rasa sakit, kondisi ini juga berdampak pada penyembuhan. 

Luka yang tidak disadari cenderung terlambat dirawat, membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, dan berisiko tinggi mengalami infeksi serius.

Pada orang sehat, luka kecil umumnya akan membaik dalam beberapa hari.

Namun, pada kelompok tertentu, seperti penderita diabetes dengan neuropati, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, atau lansia, luka yang sama dapat berkembang menjadi masalah serius. 

Banyak dari mereka baru menyadari adanya luka saat kondisinya sudah parah dan sulit diobati.

Bahaya Mengabaikan Luka Tanpa Rasa Sakit

GWS Wellness – Mengabaikan Luka Dapat Memperburuk Luka Itu Sendiri.

Banyak orang menunda mencari pengobatan karena mengira luka baru dianggap serius jika terasa sakit.

Padahal, anggapan ini keliru. Luka tanpa rasa sakit justru bisa sama—bahkan lebih—berbahaya dibanding luka yang terasa nyeri.

Tanpa disadari, luka semacam ini dapat terus memburuk. Luka bisa melebar dan semakin dalam seiring waktu, menembus lapisan kulit hingga jaringan di bawahnya, tanpa memberi “peringatan” berupa rasa sakit.

Berikut beberapa bahaya utama jika luka tanpa rasa sakit diabaikan:

1. Infeksi Parah

Karena tidak menimbulkan nyeri atau iritasi, luka sering luput dari perhatian.

Akibatnya, bakteri dapat masuk, berkembang biak, dan menyebar lebih dalam ke jaringan kulit tanpa disadari.

Saat gejala muncul, infeksi biasanya sudah dalam kondisi berat.

2. Penyembuhan yang Tertunda

Luka yang tidak disadari cenderung tidak dibersihkan dan dirawat dengan baik. Hal ini memperlambat penyembuhan secara signifikan dan menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang. 

Tanpa perawatan yang tepat, luka dapat tetap terbuka selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan berkembang menjadi luka kronis yang sulit disembuhkan.

3. Risiko Selulitis hingga Infeksi Tulang (Osteomielitis)

Jika infeksi terus menyebar, bakteri dapat menyerang jaringan yang lebih dalam, termasuk otot dan tulang.

Infeksi tulang atau osteomielitis merupakan kondisi serius yang sering kali membutuhkan perawatan intensif dan rawat inap.

4. Peningkatan Risiko Amputasi

Risiko ini sangat tinggi pada penderita diabetes dan gangguan peredaran darah.

Luka kecil yang tidak terasa sakit, jika diabaikan, dapat berkembang menjadi infeksi berat yang berujung pada tindakan amputasi untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Cegah Luka Tanpa Rasa Sakit?

GWS Wellness – Rutin Cek Kondisi Kaki Adalah Langkah Paling Penting.

1. Rutin Cek Kondisi Kaki

Bagi orang yang mengalami neuropati, memeriksa kaki setiap hari adalah langkah paling penting.

Jangan hanya melihat sekilas. Periksa secara menyeluruh, termasuk sela-sela jari, telapak kaki, tumit, hingga bagian bawah kaki.

Perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Kemerahan – bisa menjadi tanda awal luka tekan.
  • Kapalan – akibat gesekan atau tekanan berulang, dan berisiko berkembang menjadi luka.
  • Kuku kaki – terlalu panjang atau dipotong terlalu pendek hingga melukai bantalan kuku.
  • Luka kecil, lecet, atau borok.
  • Memar atau perubahan warna kulit.
  • Perbedaan suhu – terasa lebih panas atau lebih dingin dibanding area lain.

Jika sulit melihat bagian bawah kaki, gunakan cermin atau minta bantuan anggota keluarga.

2. Waspadai Pembengkakan

Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki bisa menjadi tanda adanya peradangan, infeksi, atau gangguan sirkulasi darah.

Jangan abaikan kondisi ini, terutama jika disertai perubahan warna kulit atau luka yang tidak kunjung membaik.

3. Segera Konsultasi Jika Ada Kejanggalan

Bila Anda menemukan salah satu tanda di atas, atau merasa ada sesuatu yang “tidak beres” meski tanpa rasa sakit, segera konsultasikan ke dokter.

Penanganan dini dapat mencegah luka berkembang menjadi infeksi serius dan komplikasi jangka panjang.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin juga memegang peran besar.

Deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih berat dan membantu menjaga kualitas hidup.

Perlu diingat, luka tidak harus terasa sakit, tampak dramatis, atau berdarah banyak untuk menjadi berbahaya.

Faktanya, banyak luka yang berujung pada infeksi kronis atau komplikasi jangka panjang bermula dari luka kecil, tidak nyeri, dan sering kali diabaikan. (xt)

Referensi

Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Diabetic Neuropathy.

Ten Med Health. Diakses pada 2025. Painless Wounds: The Overlooked Risk Every Patient Should Know About.

The Physioco. Diakses pada 2025. What Is Peripheral Neuropathy and How Can a Physio Help?

Leave feedback about this

  • Rating