Kenapa Kulit Lansia Mudah Robek dan Mengelupas?
Semakin bertambahnya usia, kulit mengalami perubahan alami. Kulit menjadi semakin tipis, kering, dan kehilangan elastisitasnya. Penurunan kolagen dan berkurangnya lemak subkutan membuat kulit lansia tidak lagi sekuat dulu dalam menahan gesekan atau tekanan ringan.
Kulit robek dan mengelupas pun bisa terjadi janua karena benturan kecil, gesekan pakaian, atau penggunaan plester perekat. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan luka robek pada lansia, terutama pada lengan dan kaki (LeBlanc dan Baranoski, 2011).
Pertolongan Pertama untuk Merawat Luka Robek pada Kulit Lansia
Kalau orang terkasihmu mengalami luka robek kecil pada kulit, tetap tenang dan ikuti langkah-langkah berikut.

Bersihkan Luka Robek dengan Lembut
Segera bersihkan luka dengan lembut menggunakan air bersih atau antiseptik yang aman untuk kulit rapuh. Jangan menggosok kulit karena bisa memperparah kerusakan jaringan.
Lindungi Area Luka Robek
Gunakan perban atau kasa steril untuk menutupi luka dan menjaga kebersihannya. Namun, pastikan penutup yang digunakan merupakan non-adhesive karena perekat dapat merusak kulit di sekitarnya saat dilepas.
Jaga Kelembapan Luka Robek
Lingkungan luka yang lembap membantu mempercepat regenerasi kulit dan mengurangi risiko pembentukan bekas luka.
Bahan Aman untuk Merawat Kulit Lansia yang Rapuh
Salah satu bahan yang direkomendasikan untuk kulit lansia adalah adalah hypochlorous acid (HOCl) atau asam hipoklorit. Bahan ini diproduksi secara alami oleh tubuh sebagai bagian dari sistem imun dan memiliki sifat antimikroba.
Hypochlorous acid efektif membersihkan luka tanpa menimbulkan rasa perih sehingga ideal untuk kulit robek dan sensitif pada lansia. Dibandingkan antiseptik berbahan alkohol atau povidone iodine, HOCl tidak merusak jaringan dan memperlambat penyembuhan.
Luka Robek pada Kulit Lansia Bisa Sembuh dengan Aman
Luka robek pada kulit lansia nampaknya mengkhawatirkan. Namun, kondisi ini tetap bisa ditangani dengan baik jika dirawat secara lembut dan konsisten.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan dan kelembapan luka serta memilih bahan yang aman. (AP)
Referensi
LeBlanc, K., and Baranoski, S. (2019). Skin Tears: State of the Science. Advances in Skin & Wound Care, 32(9), 418–429.
NHS. (2025). Skin Care and Aging.


Leave feedback about this