Kulit kering sering menjadi tantangan selama menunaikan ibadah haji atau umrah. Kondisi ini dapat mengganggu kekhusyukan beribadah karena cuaca panas dan udara kering di Tanah Suci membuat kulit mudah kehilangan kelembapan.
Kulit kering dan gatal selama haji terutama disebabkan oleh faktor lingkungan di Arab Saudi, seperti suhu panas, kelembapan rendah, sinar matahari yang terik, dan debu, dikombinasikan dengan tuntutan fisik dan kondisi padat selama haji.
Berbagai kewajiban yang harus dijalankan sebagai bagian dari ibadag juga dapat memicu muculnya masalah pada kulit. Misalnya saja ritual berjalan dengan pakaian yang
Ritual berdiri dan berjalan yang panjang, pakaian yang dapat membuat lecet, ditambah dengan udara yang sangat panas karena terik matahari, serta keringat berlebih, semuanya memicu infeksi bakteri pada kulit.
Jemaah bertelanjang kaki di beberapa tempat suci. Berdiri di atas marmer yang panas di bawah terik matahari siang dapat membakar telapak kaki dengan parah.
Itulah mengapa jemaah perlu melengkapi diri dengan pelembap untuk melindungi kulit.
Produk Pelembap dan Skincare Travel-Friendly

Untuk membantu melindungi kulit, wund+™ Regeneration Cream, produk perawatan kulit dari GWS Wellness, dapat menjadi pilihan.
Krim ini diformulasikan dengan 7 bahan utama:
- Pantenol, urea, glycerin, sodium lactate: menjaga hidrasi kulit agar tidak kering atau pecah-pecah, terutama saat sa’i di bawah terik matahari.
- Shea butter: mengunci kelembapan dan menutrisi kulit.
- Allantoin: menenangkan kulit iritasi, mengurangi kemerahan, dan mempercepat regenerasi kulit.
- Zinc dan microsilver: bersifat antimikroba ringan, membantu menjaga kebersihan kulit serta mengurangi risiko infeksi.
- Dimethicone: melindungi kulit dan mempertahankan kelembapan.
Tips pemakaian: Oleskan tipis pada area kulit yang kering atau rentan iritasi, seperti wajah, tangan, siku, tumit, atau lipatan kaki.
Gunakan setelah wudhu dan sebelum tidur untuk hasil maksimal. Saat istirahat, kulit mengalami regenerasi lebih optimal.
Masalah kulit yang sering dialami jemaah haji atau umrah, antara lain:
1. Dermatitis (masalah kulit)
Dermatitis sering dialami jamaah, terutama penderita obesitas atau diabetes. Kondisi ini ditandai dengan peradangan dan kemerahan pada lipatan paha, ketiak, atau di bawah payudara.
Keringat yang terperangkap di area lipatan tubuh dapat menimbulkan rasa gatal, perih, hingga infeksi jamur.
Pencegahan:
- Pastikan sirkulasi udara pada lipatan tubuh (paha atas, ketiak).
- Jaga kebersihan dengan mandi secara rutin untuk menghilangkan keringat.
- Keringkan area lipatan tubuh dengan baik agar tidak lembap.
- Gunakan wund+™ Regeneration Cream sebelum beraktivitas atau berjalan jauh.
2. Sengatan matahari (sunburn)
Paparan sinar matahari yang intens dapat menyebabkan kulit memerah, meradang, hingga muncul gelembung berisi cairan.
Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi dan membuat ibadah terasa tidak nyaman.
Langkah perawatan:
- Hindari paparan langsung matahari dengan berteduh atau tetap berada di dalam ruangan selain saat beribadah.
- Mandi air dingin untuk meredakan rasa panas, kemudian keringkan tubuh sambil menyisakan sedikit kelembapan di kulit.
- Oleskan pelembap atau produk berbahan lidah buaya untuk menenangkan kulit terbakar.
- Minum obat pereda nyeri bila terjadi pembengkakan atau rasa tidak nyaman.
- Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
- Kenakan pakaian yang menutupi area kulit terbakar.
- Gunakan tabir surya minimal SPF 30, 20 menit sebelum keluar ruangan.
3. Infeksi jamur
Infeksi jamur, seperti kurap (tinea cruris), sering muncul pada jamaah akibat suhu tinggi, keringat berlebih, dan kepadatan massa.
Gejalanya berupa bercak bulat dengan tepi lebih gelap dibanding bagian tengah. Penyakit ini mudah menular melalui kontak kulit, pakaian, atau handuk yang terkontaminasi.
Tips perawatan:
- Gunakan obat antijamur sesuai anjuran dokter.
- Selalu cuci tangan setelah menyentuh area terinfeksi.
- Jaga agar area tetap bersih dan kering.
- Gunakan handuk terpisah untuk area tubuh yang terinfeksi.
- Hindari pakaian atau alas kaki yang meningkatkan keringat.
- Ganti pakaian setiap hari, cuci dengan air sabun panas, dan jangan berbagi barang pribadi.
Tips Hidrasi dari Dalam

Apakah boleh minum air selama ibadah? Tentu saja! Minum air putih sangat dianjurkan selama haji untuk mencegah dehidrasi.
1. Minum Air Secara Teratur
Rasa haus merupakan indikator dehidrasi yang terlambat. Tetapkan jadwal: Minum segelas air setiap 15-20 menit, terutama saat berada di cuaca panas.
Gunakan larutan rehidrasi oral (ORS): Larutan ini menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat dan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
2. Pantau Asupan Air
Meskipun hidrasi sangat penting, asupan air yang berlebihan dapat menyebabkan hiponatremia (kadar natrium rendah dalam darah).
Batasi konsumsi air tidak lebih dari 1,5 liter per jam dan minumlah sesering mungkin, alih-alih minum dalam jumlah banyak sekaligus.
3. Bawalah Botol Air yang Dapat Digunakan Kembali
Isi ulang botol Anda dengan air Zamzam atau sumber air bersih lainnya. Air Zamzam mudah didapat dan memiliki makna spiritual bagi umat Islam.
Air Zamzam tersedia bebas di tempat-tempat suci dan aman untuk diminum. Bawalah botol air minum untuk tetap terhidrasi selama ibadah haji.
4. Pilih Makanan yang Membantu Hidrasi
Sertakan buah dan sayuran yang kaya akan air, seperti semangka, mentimun, jeruk. Makanan ini tidak hanya menghidrasi, tetapi juga menyediakan nutrisi penting.
5. Hindari Minuman Dehidrasi
Batasi minuman, seperti kopi, teh, soda. Minuman ini dapat menyebabkan kehilangan cairan. (xt)
Referensi
Ministry of Health Saudi Arabia. Diakses pada 2025. Skin Diseases during Hajj
PubMed Central. Diakses pada 2025. Health risks at the Hajj
ZamZam Travels BD. Diakses pada 2025. How to Stay Hydrated During Hajj and Umrah


Leave feedback about this