Kulit dehidrasi? Ya, tidak hanya tubuh, kulit pun bisa mengalami dehidrasi. Sekitar 55–65% tubuh manusia terdiri dari air.
Hampir semua proses dalam tubuh—mulai dari kerja sel, jaringan, hingga organ—membutuhkan air agar dapat berfungsi dengan optimal. Tak terkecuali kulit.
Setiap hari, tubuh terus menggunakan dan kehilangan cairan melalui keringat, urine, dan pernapasan. Karena itu, cairan yang hilang perlu digantikan secara rutin.
Jika jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada yang masuk, dehidrasi pun bisa terjadi, dan kondisi ini dapat memengaruhi seluruh tubuh, termasuk kulit.
Kulit Dehidrasi Berbeda dengan Kulit Kering
Dehidrasi dan kulit kering sering disalahartikan sebagai kondisi yang sama. Padahal keduanya berbeda.
- Kulit dehidrasi adalah kondisi sementara akibat kurangnya kadar air di lapisan kulit.
- Kulit kering adalah kondisi kulit yang menetap, biasanya berkaitan dengan kurangnya minyak alami (sebum).
Menariknya, kulit dehidrasi justru bisa terjadi pada kulit berminyak, karena masalah utamanya bukan minyak, melainkan kekurangan air.
Kulit Dehidrasi Bisa Pulih

Kabar baiknya, kulit dehidrasi dapat kembali terhidrasi dengan perubahan gaya hidup yang sederhana.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Minum air putih minimal 8 gelas per hari, atau disesuaikan dengan berat badan dan tingkat aktivitas
- Mengonsumsi buah dan makanan tinggi kandungan air
- Menjaga keseimbangan asupan cairan karena minum air berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh
Ciri-ciri Kulit Dehidrasi
Dehidrasi ringan cukup umum terjadi. Salah satu tanda awalnya sering terlihat pada kulit. Beberapa ciri kulit dehidrasi yang perlu dikenali antara lain:
- muncul bercak-bercak kering;
- tekstur kulit terasa kasar, bersisik, atau gatal;
- garis halus tampak lebih jelas;
- kulit terlihat kusam;
- kulit terasa kurang elastis atau tidak selentur biasanya.
Jika kondisi ini dibiarkan, kulit bisa menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami iritasi.
Penyebab Kulit Dehidrasi
Dehidrasi kulit terjadi ketika tubuh dan kulit kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Beberapa penyebab umum yang sering tidak disadari antara lain:
- Kurang minum air putih, terutama saat aktivitas padat.
- Berkeringat berlebihan, misalnya saat olahraga atau cuaca panas.
- Kehilangan cairan akibat diare atau muntah.
- Demam, yang meningkatkan penguapan cairan dari tubuh.
- Paparan sinar matahari berlebihan, yang mempercepat penguapan air dari kulit.
Kombinasi beberapa faktor di atas dapat membuat kulit kehilangan kelembapan lebih cepat dan tampak kusam.
Cara Cegah Dehidrasi Kulit

Mencegah kulit dehidrasi tidak hanya soal skincare, tetapi juga kebiasaan sehari-hari.
1. Cukupi Hidrasi dari Dalam
Minum air putih yang cukup setiap hari sangat penting. Umumnya dianjurkan sekitar 2 liter per hari, dan bisa lebih banyak saat cuaca panas atau saat melakukan aktivitas fisik berat.
Batasi konsumsi alkohol karena bersifat diuretik dan dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
2. Jaga Lapisan Pelindung Kulit
Kebiasaan mandi juga memengaruhi kelembapan kulit:
- Batasi mandi atau berendam terlalu lama.
- Gunakan air hangat kuku, bukan air panas.
- Keringkan tubuh dengan cara menepuk lembut, bukan menggosok.
3. Pilih Pembersih yang Lembut
Gunakan pembersih wajah dan tubuh yang lembut, non-alkali, dan memiliki pH mendekati pH alami kulit. Pembersih yang terlalu keras dapat merusak skin barrier dan memperparah dehidrasi.
4. Gunakan Pelembap Secara Rutin
Pelembap berperan penting dalam mengunci kelembapan. Aplikasikan pelembap segera setelah mandi, saat kulit masih sedikit lembap, agar hidrasi terserap lebih optimal.
5. Perhatikan Pakaian yang Kamu Gunakan
Hindari pakaian yang terlalu ketat atau berbahan kasar dan sintetis, seperti wol. Pilih bahan yang lembut dan breathable agar kulit tidak mudah iritasi dan kehilangan kelembapan. (xt)
Referensi
Medical News Today. Diakses pada 2025. Is My Skin Dehydrated?
Paula Choice. Diakses pada 2025. How to Identify and Treat Dehydrated Skin.


Leave feedback about this