caring for the vagina
Kesehatan

Tips Merawat Area Intim Setelah Olahraga

Tips merawat vagina setelah berolahraga penting untuk menjaga kenyamanan dan mencegah iritasi.

Saat beraktivitas fisik, keringat yang mengucur dapat membuat area intim menjadi lebih lembap.

Jika dibiarkan terlalu lama, kelembapan ini bisa memicu bau tidak sedap hingga meningkatkan risiko infeksi.

Namun, perlu dipahami bahwa olahraga tidak menyebabkan infeksi. Yang berpotensi menimbulkan masalah adalah memakai celana olahraga yang basah kuyup dalam waktu lama.

Kelembapan inilah yang membuat bakteri dan jamur lebih mudah berkembang.

Begitu pula dengan bau yang muncul setelah olahraga—bukan keringatnya yang berbau, melainkan bakteri di kulit yang memecah keringat sehingga menghasilkan aroma tidak sedap.

Selain ketiak, area lain seperti kaki, selangkangan, pusar, dan bagian tubuh yang memerangkap kelembapan juga dapat memunculkan bau jika tidak dirawat dengan baik.

Risiko Bau dan Infeksi Pasca Olahraga

GWS Wellness – Area Vagina Menghasilkan Keringat Lebih Banyak Sehingga Mudah Menimbulkan Bau.

Area vagina, seperti ketiak dan selangkangan, memiliki dua jenis kelenjar keringat: ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat yang lebih cair dan tidak berbau. 

Sementara, kelenjar apokrin—yang banyak terdapat di folikel rambut di selangkangan—menghasilkan keringat yang lebih berminyak dan mudah menimbulkan bau ketika bercampur dengan bakteri kulit.

Inilah alasan mengapa selangkangan bisa terasa lebih berkeringat dan berbau setelah olahraga.

Pada beberapa orang, keringat ini bahkan bisa bercampur dengan sedikit urine yang tidak sengaja keluar saat aktivitas intens, seperti melompat atau berlari, sehingga aromanya menjadi lebih menyengat.

Setelah olahraga, beberapa jenis infeksi juga bisa lebih mudah muncul jika area intim dibiarkan lembap terlalu lama, di antaranya:

1. Infeksi Jamur (Kandidiasis)

Gejalanya meliputi keputihan kental seperti keju cottage, rasa terbakar saat buang air kecil, dan nyeri saat berhubungan seksual.

2. Vaginosis Bakterial (VB)

Ditandai dengan bau amis yang persisten, cairan encer yang berubah warna, rasa gatal, atau sensasi terbakar saat buang air kecil.

3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Biasanya ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan rasa tidak nyaman di area panggul.

Kenapa Harus Segera Ganti Pakaian

Salah satu cara paling efektif untuk menghilangkan bau keringat sekaligus mencegah infeksi setelah berolahraga adalah segera mandi dan mengganti pakaian.

Percaya atau tidak, jenis kain pada pakaian yang kamu kenakan saat olahraga juga punya peran besar dalam menentukan apakah tubuhmu akan berbau lebih kuat atau tidak.

Kain sintetis seperti poliester dan nilon memang populer sebagai bahan pakaian olahraga karena mampu menyerap dan mengalirkan keringat dari kulit.

Namun, kain jenis ini juga mudah menjebak bakteri dan residu keringat, yang menjadi kombinasi sempurna untuk memicu bau badan.

Itulah sebabnya pakaian olahraga sintetis bisa tetap berbau meski sudah dicuci.

Di sisi lain, kain alami seperti katun memang lebih “bernapas”, tetapi cepat menyerap keringat hingga terasa basah dan kurang nyaman saat dipakai untuk aktivitas intens.

Jadi, apakah bau badan setelah olahraga itu wajar? Ya, sangat wajar. Namun, pilihan bahan pakaian dapat membuat bau tersebut semakin parah atau justru lebih terkontrol.

Karena itu, selalu ganti pakaian olahraga yang basah oleh keringat segera setelah selesai beraktivitas, dan hindari memakai ulang pakaian olahraga yang sudah kotor agar area intim tetap bersih, kering, dan aman dari risiko infeksi.

Cara Cegah Bau dan Infeksi Setelah Olahraga

GWS Wellness – Segera Mandi Setelah Berolahraga Dapat Membersihkan Keringat dan Minyak Berlebih.

Bau badan dan infeksi kulit setelah olahraga sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana. 

1. Segera Mandi Setelah Berolahraga

Membersihkan keringat dan minyak berlebih adalah langkah utama untuk mencegah bau dan pertumbuhan bakteri.

Jika belum bisa mandi, setidaknya bersihkan area lipatan, seperti ketiak, selangkangan, dan bawah payudara dengan tisu basah tanpa alkohol.

2. Gunakan Sabun Antibakteri atau pH-Balanced Cleanser

Ini membantu menekan pertumbuhan bakteri, terutama jika kamu mudah mengalami biang keringat, gatal di lipatan, atau ruam setelah berkeringat.

3. Keringkan Tubuh dengan Benar

Jamur sangat suka tempat yang lembap. Pastikan seluruh lipatan kulit—ketiak, lipat paha, sela-sela jari, dan area di bawah payudara—kering sempurna sebelum memakai pakaian.

4. Pilih Pakaian Olahraga yang Breathable

Bahan sintetis yang menyerap keringat dan cepat kering dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri.

Hindari pakaian terlalu ketat yang membuat kulit sulit bernapas.

5. Segera Ganti Pakaian dan Pakaian Dalam

Jangan biarkan pakaian basah karena keringat menempel terlalu lama, terutama celana dalam. Ini dapat mencegah infeksi jamur dan iritasi.

6. Gunakan wund+™ Wound Spray

Jika kulit lecet karena gesekan saat olahraga, semprotkan wund+™ Wound Spray untuk membantu mengurangi risiko infeksi dan mempercepat pemulihan.

Produk ini juga efektif digunakan sebelum olahraga untuk mengurangi risiko iritasi berulang.

7. Rawat Area Lipatan dengan Krim yang Sesuai

Jika kamu sering mengalami gatal di lipatan setelah olahraga, oleskan krim yang dapat menenangkan dan membantu regenerasi kulit, seperti wund+™ Regeneration Cream. (xt)

Referensi

Healthline. Diakses pada 2025. What’s Up with the ‘Sports Vagina’?

The Nation’s Health. Diakses pada 2025. Got body odor? Don’t sweat it. Follow these tips

Leave feedback about this

  • Rating