Perawatan kulit sensitif sangat penting bagi pasien yang menjalani kemoterapi. Pengobatan kanker, seperti kemoterapi, terapi hormon, imunoterapi, atau radioterapi, yang bertujuan menghancurkan sel kanker, tetapi juga dapat memengaruhi jaringan sehat, termasuk kulit, rambut, dan kuku.
Selama perawatan kanker, kulit menjadi lebih rentan terhadap kekeringan, gatal, dan iritasi, sehingga membutuhkan perhatian ekstra.
Mengabaikan perawatan kulit sensitif dapat memperburuk kondisi tersebut. Karena itu, gunakan produk perawatan yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif agar tetap lembap, tenang, dan terlindungi sepanjang proses terapi.
Dampak Kemoterapi terhadap Kulit Sensitif

Perawatan kanker seperti kemoterapi dapat memengaruhi tidak hanya sel kanker, tetapi juga jaringan sehat, termasuk kulit.
Karena itu, perawatan kulit sensitif menjadi sangat penting untuk mencegah ketidaknyamanan dan komplikasi.
Berikut beberapa dampak kemoterapi terhadap kulit:
1. Kulit lebih kering dan rapuh
Selama menjalani perawatan, banyak penyintas mengalami kulit yang terasa lebih kering, sensitif, dan mudah iritasi.
Kulit kering cenderung gatal, tidak nyaman, dan lebih rentan mengalami eksim, terutama bila digaruk hingga menimbulkan luka.
2. Kulit mengelupas dan melepuh
Beberapa jenis obat kemoterapi dapat menyebabkan kulit tangan dan kaki mengelupas atau melepuh. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa nyeri dan membutuhkan perawatan lembut agar tidak semakin parah.
3. Tangan kering dan dermatitis
Frekuensi mencuci tangan atau penggunaan hand sanitizer yang tinggi selama pengobatan meningkatkan risiko tangan kering dan dermatitis iritan.
Menggunakan pelembap yang aman untuk kulit sensitif dapat membantu menjaga kelembapan.
4. Reaksi alergi dan sensitivitas terhadap sinar matahari
Obat kemoterapi tertentu dapat menyebabkan ruam alergi atau membuat kulit lebih rentan terhadap sinar matahari, sehingga mudah terbakar atau mengalami iritasi.
Penggunaan tabir surya lembut dan pakaian pelindung sangat disarankan.
5. Kuku dan kutikula rapuh
Kemoterapi juga dapat memengaruhi kuku, membuatnya mudah patah, terangkat, atau menimbulkan nyeri.
Perawatan lembut dan hidrasi pada area kuku penting untuk menjaga kesehatannya.
6. Penurunan daya tahan tubuh dan risiko infeksi kulit
Karena kemoterapi menekan sistem kekebalan tubuh, bakteri dan kuman lebih mudah menyebabkan infeksi kulit.
Rutinitas perawatan kulit sensitif yang lembut dan higienis dapat membantu melindungi kulit dan menjaga keseimbangan alaminya selama terapi.
Tips Perawatan Kulit Sensitif Selama Kemoterapi

Menjalani kemoterapi tidak hanya berdampak pada tubuh secara internal, tetapi juga pada kondisi kulit.
Karena itu, perawatan kulit sensitif menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit selama pengobatan.
Selama terapi, kulit lebih mudah kering, gatal, atau bahkan mengalami luka kecil akibat iritasi. Jika tidak dirawat dengan benar, luka ini bisa sulit sembuh dan berisiko infeksi.
Untuk itu, penting memilih produk perawatan kulit yang lembut dan aman seperti rangkaian wund+, yang diformulasikan untuk membantu regenerasi kulit tanpa mengiritasi.
1. Lakukan perawatan kulit yang lembut dan menghidrasi setiap hari
Gunakan pembersih hipoalergenik dengan pH seimbang, bebas pewangi, dan tanpa bahan eksfoliasi.
Setelah membersihkan wajah, lanjutkan dengan pelembap atau wund+™ Regeneration Cream untuk menjaga kelembapan alami kulit dan memperkuat lapisan pelindung (skin barrier).
2. Bilas kulit hingga bersih setelah menggunakan sabun atau pembersih
Pastikan tidak ada sisa sabun yang menempel karena dapat mengiritasi kulit. Gunakan air hangat dan keringkan perlahan dengan handuk lembut.
Setelahnya, aplikasikan wund+™ Regeneration Cream untuk menjaga hidrasi dan menenangkan area kulit yang kering atau sensitif.
3. Oleskan pelembap maksimal 3 menit setelah mengeringkan kulit
Setelah mandi, segera aplikasikan pelembap agar kelembapan tidak menguap. Produk seperti wund+™ Regeneration Cream dengan bahan aktif regeneratif membantu memperbaiki lapisan kulit yang rusak akibat efek kemoterapi.
4. Hindari produk dengan bahan iritatif
Kulit yang sedang sensitif sebaiknya dijauhkan dari produk berpewangi, alkohol, atau bahan aktif keras seperti AHA dan retinol.
Pilih produk yang diformulasikan untuk kulit sensitif dan luka ringan, seperti wund+™ Spray, yang mengandung asam hipoklorit untuk membantu menjaga kebersihan kulit tanpa rasa perih.
5. Lindungi kulit dari sinar matahari
Beberapa obat kemoterapi dapat menyebabkan fotosensitivitas. Gunakan tabir surya mineral SPF minimal 30, serta pakaian berbahan ramah kulit (cotton, rayon, atau linen) agar kulit tetap terlindung dan tidak mudah iritasi.
6. Rawat luka dengan benar selama kemoterapi
Bila kulit mengalami luka akibat garukan, pecah-pecah, atau efek obat, bersihkan dengan lembut menggunakan wund+™ Spray.
Lalu, oleskan wund+™ Regeneration Cream untuk mendukung proses penyembuhan alami. Jika luka mulai menutup, lanjutkan dengan wund+™ Scar Gel untuk membantu meminimalkan bekas luka dan menjaga elastisitas kulit.
Dengan rutinitas perawatan kulit sensitif yang tepat dan dukungan produk seperti wund+™, penyintas kanker dapat menjaga kulit tetap sehat, nyaman, dan terlindungi selama menjalani penyembuhan. (xt)
Referensi
Cancer Counsil SA.Diakses pada 2025. Skin care during cancer treatment.
City of Hope. Diakses pada 2025. Skin Care During Chemotherapy.
Facing Hereditery Cancer Empowered. Diakses pada 2025. Chemotherapy Skin Care and Preventing Skin Infections.


Leave feedback about this