Kulit keriput dapat mulai terlihat seiring bertambahnya usia. Pada saat itu, kulit mengalami perubahan alami di mana garis-garis halus dan kerutan muncul terlebih dahulu.
Lalu, kerutan itu semakin dalam dari waktu ke waktu.
Kekencangan, kecerahan, dan elastisitas kulit pun akan menurun secara bertahap. Hilangnya elastisitas dan terbentuknya garis atau kerutan yang semakin jelas menjadi salah satu masalah penuaan yang paling sering dikeluhkan, terutama oleh perempuan.
Penyebab Utama Kulit Kehilangan Elastisitas

Mengeriputnya kulit dan hilangnya elastisitas kulit dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal adalah faktor yang tak dapat kita kendalikan karena merupakan proses alami tubuh, seperti genetika dan penuaan.
Sementara itu, kita bisa mengendalikan faktor eksternal, yaitu paparan sinar matahari, gaya hidup, pola makan, dan stres.
Dengan memahami faktor-faktor penyebab ini, kita dapat membuat perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan menerapkan perawatan kulit yang tepat untuk meminimalkan tanda-tanda penuaan.
Berikut adalah faktor penyebab kulit kehilangan elastisitas:
1. Menurunnya hormon
Hormon berperan penting dalam merangsang produksi kolagen dan elastin yang memberikan struktur, kekencangan, serta tekstur halus pada kulit.
Seiring bertambahnya usia, kadar keduanya menurun. Bahkan kadar kolagen dapat berkurang sekitar 1% setiap tahun sehingga kulit menjadi lebih kendur dan mulai tampak berkeriput seiring bertambahnya usia.
2. Berkurangnya produksi asam hialuronat
Asam hialuronat adalah zat alami yang membantu sel kulit mengikat air sehingga kulit tetap lembap, kenyal, dan terjaga elastisitasnya.
Namun, produksinya juga menurun seiring bertambahnya usia. Inilah yang menyebabkan kulit lebih kering, kusam, dan kehilangan kekencangannya sehingga kerutan menjadi lebih terlihat.
3. Paparan sinar matahari dan polusi
Sinar UVA berkontribusi besar terhadap photoaging karena merusak kolagen, elastin, dan asam hialuronat yang menjaga kekencangan kulit.
Sementara itu, sinar UVB dapat menyebabkan kulit terbakar dan kerusakan jangka panjang, seperti kanker kulit.
Polusi juga memperburuk kondisi dengan memicu radikal bebas yang mempercepat stres oksidatif pada kulit, sehingga mempercepat munculnya kerutan.
Nutrisi dan Bahan Skincare yang Bantu Kekenyalan

Mendapatkan dan mempertahankan kulit muda dan bercahaya adalah tujuan umum bagi banyak orang.
Berikut bahan anti-penuaan terbaik yang patut dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan kulitmu.
1. Retinoid
Meningkatkan elastisitas kulit dengan merangsang produksi kolagen, sehingga garis halus dan kerutan tampak berkurang.
2. Vitamin C
Mendukung kekenyalan kulit dengan membantu sintesis kolagen serta melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
3. Asam Hialuronat
Menjaga elastisitas kulit dengan menarik dan mengunci kelembapan dalam jumlah besar, membuat kulit terasa lebih kenyal dan lembap.
4. AHA & Peptida
- AHA: Mengangkat sel kulit mati dan merangsang pembentukan sel baru, sehingga meningkatkan produksi kolagen.
- Peptida: Menstimulasi kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen dan elastin, membuat kulit lebih kencang dan halus.
5. Niacinamide (Vitamin B3)
Meningkatkan elastisitas dengan memperkuat lapisan pelindung kulit, sehingga kelembapan tetap terkunci dan tekstur kulit lebih halus.
6. Ceramide
Membantu kulit tetap elastis dengan memperkuat skin barrier, menjaga hidrasi kulit, dan mencegah kekeringan yang mempercepat munculnya garis halus.
Kebiasaan yang Harus Dihindari

1. Merokok dan konsumsi alkohol
Keduanya mempercepat penuaan kulit dengan mengurangi hidrasi dan aliran nutrisi, sehingga kolagen menurun dan elastisitas kulit berkurang.
2. Kurang tidur
Kurang tidur menghambat regenerasi sel dan produksi kolagen, menyebabkan kulit lebih kendur, kurang elastis, dan muncul lingkaran hitam.
3. Paparan sinar matahari berlebih
Sinar UV merusak kolagen dan elastin, sehingga kulit kehilangan kekencangan dan muncul kerutan serta bintik penuaan lebih cepat.
4. Pola makan kurang sehat
Makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan olahan meningkatkan peradangan yang dapat mempercepat kerusakan kolagen dan membuat kulit tampak menua lebih cepat.
5. Stres
Stres memicu hormon yang menghancurkan kolagen dan elastin, sekaligus mengganggu kualitas tidur—kombinasi yang mempercepat penurunan elastisitas kulit.
**
Proses penuaan dan kulit keriput memang tak bisa dihindari. Namun, dengan perawatan yang tepat dan konsisten, setiap orang bisa tampil lebih percaya diri di setiap usia. Yuk, mulai rutinitas perawatan kulitmu sekarang! (xt)
Referensi
Eucerin. Diakses pada 2025. Skin Elasticity – How Can I Tighten My Skin and Reduce Deep Wrinkles?
Fillmed. Diakses pada 2025. 5 Habits That Cause Skin Ageing.
Vogue. Diakses pada 2025. How to Increase Collagen Skin.


Leave feedback about this