Luka bakar ringan adalah jenis cedera yang cukup sering dialami banyak orang. Terpercik minyak panas saat menggoreng atau tidak sengaja menyentuh panci masih panas, rasanya hampir semua orang pernah mengalaminya.
Biasanya, refleks pertama adalah mengoleskan mentega, minyak, atau bahkan odol. Namun, apakah langkah ini benar?
Sebelum membahas cara yang tepat, penting memahami jenis-jenis luka bakar:
1. Luka Bakar Derajat Satu
Ini adalah jenis luka bakar paling ringan karena hanya mengenai lapisan kulit terluar (epidermis). Luka tampak merah, nyeri, dan terasa lunak ketika disentuh.
Kadang ada sedikit bengkak, tetapi tidak muncul lepuh. Kulit biasanya memutih saat ditekan.
Luka bakar derajat satu umumnya sembuh dalam 5–10 hari dengan perawatan sederhana di rumah.
2. Luka Bakar Derajat Dua
Jenis ini mengenai epidermis dan sebagian dermis, sehingga lepuh sering muncul. Rasanya lebih sakit dibanding derajat satu, dan penyembuhannya lebih lama, sekitar 2–3 minggu.
Tergantung tingkat keparahan dan luas area yang terkena, beberapa kasus membutuhkan pertolongan medis.
3. Luka Bakar Derajat Tiga
Luka bakar paling berat, mengenai jaringan lebih dalam hingga lemak, otot, bahkan tulang. Kulit bisa tampak putih pucat, hangus, atau keras seperti kulit kayu.
Kondisi ini memerlukan pertolongan medis segera dan biasanya membutuhkan waktu lebih dari 8 minggu untuk sembuh, bahkan dapat membutuhkan tindakan operasi.
Apa pun tingkat keparahannya, luka bakar harus dijaga tetap bersih dan kering serta sebisa mungkin hindari paparan sinar matahari langsung.
Jika muncul lepuh, jangan memecahkannya karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat penyembuhan.
Risiko Bahan Dapur dan Odol Saat Diaplikasikan ke Luka Bakar
Meskipun luka bakar derajat satu biasanya dapat ditangani sendiri di rumah, mengoleskan bahan-bahan dapur, seperti mentega, madu, putih telur, es, mayones, atau bahkan odol justru sangat tidak disarankan.
Banyak orang mengira bahan-bahan ini dapat menenangkan kulit, padahal kenyataannya justru sebaliknya.
Sebagian besar bahan rumahan tersebut memerangkap panas di permukaan kulit, sehingga rasa perih bisa semakin kuat dan cedera menjadi lebih parah.
Selain itu, bahan dapur dan odol bukanlah produk steril.
Mengoleskannya ke luka bakar dapat memasukkan bakteri dari luar, meningkatkan risiko infeksi, dan memperlambat penyembuhan.
Pengobatan berbahan dasar minyak, termasuk mentega dan mayones justru membuat panas terperangkap lebih lama pada kulit, sehingga memperburuk luka alih-alih membantu.
Jika mengalami luka bakar, langkah yang tepat adalah mendinginkan, bukan mengoleskan sembarang bahan.
Pertolongan Pertama Luka Bakar yang Benar

Lalu, apa pertolongan pertama yang sebaiknya dilakukan? Untuk mengatasi luka bakar ringan, American Academy of Dermatology Association (AAD) merekomendasikan langkah berikut:
1. Dinginkan Area Luka Bakar dengan Air Dingin (Bukan Es)
Rendam area yang terbakar dalam air mengalir atau kompres dengan kain lembap dan dingin selama setidaknya 10 menit.
Hindari penggunaan es karena suhu yang terlalu dingin dapat merusak jaringan kulit dan justru memperparah cedera.
2. Setelah Kulit Terasa Lebih Dingin dan Nyaman, Oleskan Petroleum Jelly
Petroleum jelly membantu menjaga kelembapan dan melindungi permukaan kulit.
Setelah itu, tutup luka dengan perban atau kain bersih untuk mencegah gesekan dan kontaminasi.
Jika muncul lepuh, jangan memecahkannya. Lepuh berfungsi sebagai pelindung alami dan memecahkannya justru dapat meningkatkan risiko infeksi serta memperlambat penyembuhan.
Bahan Alami yang Aman untuk Luka Bakar
Untuk luka bakar ringan, beberapa bahan alami dapat membantu meredakan nyeri dan ketidaknyamanan. Dengan catatan, luka tetap dibersihkan dan dirawat dengan benar.
Jika luka bakar memiliki lepuh terbuka, kamu dapat menggunakan petroleum jelly, gel lidah buaya, atau losion penenang yang mengandung lidah buaya.
Lidah buaya adalah salah satu bahan yang paling banyak direkomendasikan. Gel beningnya sering digunakan sebagai obat topikal karena dapat menenangkan kulit, mengurangi peradangan, dan membantu penyembuhan.
Tanaman ini juga memiliki sifat antibakteri ringan yang dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri.
Setelah mengoleskan gel atau losion, tutuplah area luka dengan perban bersih untuk melindunginya dari gesekan dan infeksi.
Beberapa bahan alami lain yang dikenal memiliki sifat menenangkan, seperti calendula, kamomil, dan oatmeal, yang dapat membantu meredakan iritasi serta gatal.
Minyak esensial lavender juga sering digunakan sebagai terapi pendukung karena sifat antiinflamasinya yang dapat mengurangi nyeri ringan.
Namun, perlu diingat: tidak semua bahan alami aman untuk luka bakar, terutama jika lepuh sudah pecah atau luka cukup luas.
Beberapa bahan, seperti komprei, goldenseal, dan minyak kelapa memiliki manfaat tertentu, tetapi tidak direkomendasikan langsung pada luka terbuka karena dapat memerangkap panas atau meningkatkan risiko infeksi. (xt)
Referensi
First Respond CPR. Diakses pada 2025. Treating Burn Injuries and the Negative Effects of Home Remedies.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What to know about burns


Leave feedback about this