Self-care adalah bagian penting bagi setiap perempuan yang ingin tampil cantik dan percaya diri. Bukan hanya soal outfit yang terlihat oke, tetapi juga bagaimana wajah dan diri sendiri dirawat dengan baik.
Namun, di tengah fokus pada skincare dan penampilan luar, banyak perempuan tanpa sadar melupakan satu aspek penting dari self-care, yaitu kesehatan organ intim.
Padahal, merawat diri bukan hanya soal wajah yang glowing, tetapi juga tentang menjaga tubuh tetap sehat dari dalam hingga ke area paling sensitif.
Lalu, apa saja bentuk self-care yang penting untuk kesehatan area intim perempuan modern?
1. Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi

Self-care selalu dimulai dari apa yang kita konsumsi. Seluruh tubuh—termasuk area intim—membutuhkan nutrisi agar dapat berfungsi optimal.
Apa yang kita makan dan minum akan memengaruhi keseimbangan hormon, daya tahan tubuh, hingga kesehatan mikrobioma vagina.
Untuk membantu menjaga kesehatan organ intim, pilihlah makanan yang kaya antioksidan, vitamin C dan vitamin E, omega-3 dan omega-6, protein, serta probiotik (seperti yogurt atau makanan fermentasi)
Pola makan yang baik membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dan mengurangi risiko infeksi.
2. Jaga Kebersihan Area Intim dengan Cara yang Tepat
Saat di Kamar Mandi
Perlu diingat, vagina memiliki kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Cairan vagina yang bening atau putih, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal adalah tanda vagina berfungsi normal.
Berbeda dengan vagina, vulva (area luar) tidak bisa membersihkan diri. Sama seperti kulit tubuh lainnya, vulva perlu dibersihkan menggunakan air dan sabun lembut tanpa pewangi. Itu sudah lebih dari cukup. Tidak perlu produk berlebihan.
Setelah Buang Air Kecil dan Besar
Bersihkan anus dan vagina secara terpisah. Gunakan satu tisu untuk satu area, lalu buang. Menggunakan tisu yang sama dapat memindahkan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).
Jika buang air kecil saja, selalu bersihkan dari depan ke belakang.
Setelah Berhubungan Seks
Langkah sederhana, tapi penting: buang air kecil setelah berhubungan intim. Ini membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra dan menurunkan risiko ISK.
Kamu juga boleh membilas vulva dengan air dan jari tangan, tetapi hindari mencuci atau menggosok bagian dalam vagina.
3. Perawatan Rambut Kemaluan
Rambut kemaluan memiliki fungsi biologis penting, seperti melindungi kulit vulva dari gesekan. Namun, jika kamu memilih untuk mencukurnya, perhatikan caranya:
- Gunakan pisau cukur baru setiap kali
- Jangan gunakan pisau yang sama untuk area tubuh lain
- Keringkan dan simpan pisau di tempat kering, bukan di rak kamar mandi
- Jika rambut tumbuh ke dalam, kompres dengan air hangat untuk membantu membuka pori
Perawatan yang tepat membantu mencegah iritasi dan infeksi.
4. Ganti Celana Dalam dan Pembalut Secara Teratur

- Ganti celana dalam setiap hari, pilih bahan katun
- Hindari celana dalam yang terlalu ketat
- Setelah berolahraga, segera ganti pakaian dan celana dalam yang basah oleh keringat
- Saat menstruasi, ganti pembalut atau tampon setiap 4–6 jam
Kebiasaan sederhana ini berperan besar dalam menjaga area intim tetap kering dan sehat.
5. Pemantauan Mandiri
Cara terbaik mengetahui apakah area intim dalam kondisi sehat adalah dengan mengenalnya.
Luangkan waktu untuk memperhatikan tampilan, aroma, dan rasa (apakah ada gatal, perih, atau nyeri).
Kamu bisa menggunakan cermin tangan, meraba dengan lembut, mencium celana dalam, dan rutin memeriksakan diri ke dokter bila ada perubahan yang tidak biasa.
6. Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Perempuan
Self care juga berarti melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, antara lain:
Pap Smear
Untuk mendeteksi sel abnormal pada leher rahim dan mencegah kanker serviks. Dianjurkan untuk perempuan usia ≥21 tahun atau sudah menikah, setiap 3 tahun (atau sesuai anjuran dokter).
Pemeriksaan Payudara
Lakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin dan pemeriksaan klinis untuk mendeteksi perubahan sejak dini.
Skrining Kanker Reproduksi
Pemeriksaan seperti USG dan tes darah membantu mendeteksi kanker ovarium dan rahim lebih awal.
Bagaimana dengan Douching dan Vaginal Steaming?
Tren seperti douching (membersihkan vagina dengan cairan khusus) dan vaginal steaming sering dianggap sebagai bentuk perawatan ekstra. Faktanya, praktik ini tidak dianjurkan.
- Douching dapat merusak keseimbangan mikrobioma alami vagina
- Vaginal steaming berisiko menyebabkan iritasi bahkan luka bakar pada jaringan vagina dan vulva.
Alih-alih memberi manfaat, praktik ini justru bisa menghilangkan pertahanan alami tubuh terhadap infeksi.
***
Self-care perempuan modern bukan hanya tentang skincare dan penampilan luar. Menjaga kesehatan organ intim adalah bagian penting dari mencintai diri sendiri.
Dengan kebiasaan sederhana, perawatan yang tepat, dan pemantauan rutin, perempuan dapat tetap sehat, nyaman, dan percaya diri—dari luar hingga ke dalam.
Referensi
Healthline. Diakses pada 2025. Feminine Hygiene.
Saforelle. Diakses pada 2025. Intimate Care Guide.
The Women’s. Diakses pada 2025. How Can I Stay Healthy Down There?


Leave feedback about this