Psoriasis diabetes ternyata punya hubungan yang cukup kuat dan sering kali tidak disadari banyak orang.
Orang dengan psoriasis diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2.
Bahkan, beberapa penelitian menemukan bahwa semakin parah psoriasis yang dialami, makin besar pula kemungkinan seseorang terkena diabetes.
Meski begitu, para ahli masih terus meneliti hubungan keduanya untuk memahami mekanisme yang terjadi dengan lebih jelas.
Inflamasi pada Psoriasis dan Diabetes
Kalau ditarik benang merahnya, inflamasi atau peradangan adalah hal yang menghubungkan psoriasis dan diabetes.
Pada psoriasis, sistem kekebalan tubuh bekerja “berlebihan” dan menyerang kulit secara keliru. Akibatnya, muncul peradangan kronis yang tidak hanya terjadi di permukaan kulit, tetapi juga berdampak pada seluruh tubuh.
Sementara itu, diabetes tipe 2 juga sangat erat dengan peradangan sistemik. Peradangan yang berlangsung lama bisa membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin.
Ketika sensitivitas insulin menurun, kadar gula darah lebih mudah naik. Inilah yang akhirnya memicu atau memperburuk diabetes.
Nah, ketika peradangan akibat psoriasis menyebar ke seluruh tubuh, kondisi ini dapat meningkatkan resistensi insulin serta mengganggu cara tubuh mengolah gula darah.
Ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa penderita psoriasis berisiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2.
Penggunaan obat tertentu, seperti kortikosteroid untuk meredakan psoriasis juga bisa ikut memengaruhi gula darah.
Obat ini dapat membuat kadar gula meningkat, sehingga pengelolaan diabetes menjadi lebih menantang, terutama pada mereka yang sudah memiliki faktor risiko.
Tak hanya itu, faktor genetik dan gaya hidup juga memegang peran besar. Pola makan tinggi kalori, konsumsi alkohol, stres berkepanjangan, dan jarang bergerak bisa memperburuk peradangan.
Kombinasi faktor-faktor ini membuat risiko psoriasis dan diabetes meningkat secara bersamaan.
Cara Mengelola Flare Psoriasis untuk Penderita Diabetes

Mengelola psoriasis sekaligus diabetes memang butuh strategi yang tepat, tapi kabar baiknya: perubahan gaya hidup bisa membantu menenangkan keduanya.
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membuat perbedaan besar:
1. Kurangi Stres
Stres bukan hanya memicu flare psoriasis, tetapi juga bisa menaikkan kadar gula darah. Dua-duanya jadi lebih sulit dikendalikan.
Cobalah latihan pernapasan dalam, meditasi singkat, journaling, atau olahraga ringan seperti jalan cepat.
Aktivitas-aktivitas ini membantu menenangkan pikiran sekaligus menjaga tubuh tetap stabil.
2. Makan Sehat
Pola makan anti-inflamasi sangat membantu. Buah-buahan, sayuran berwarna, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat membantu menurunkan peradangan sekaligus menjaga kadar gula tetap terkontrol.
Sebaliknya, makanan tinggi gula, gorengan, processed food, dan alkohol bisa memperburuk gejala psoriasis dan membuat gula darah naik.
3. Perhatikan Berat Badan
Menjaga berat badan dalam rentang sehat dapat membuat tubuh merespons pengobatan psoriasis dengan lebih baik.
Bonusnya, kadar gula darah jadi lebih stabil dan risiko komplikasi diabetes dapat ditekan.
Tidak perlu ekstrem—fokus pada kebiasaan kecil seperti porsi makan seimbang, lebih sering bergerak, dan tidur berkualitas.
Pola Makan Sehat untuk Psoriasis dan Diabetes

Untuk mengelola psoriasis dan diabetes sekaligus, kuncinya adalah memilih makanan yang tidak memicu peradangan. Fokuslah pada makanan utuh dan seimbang, seperti:
- ikan, protein tanpa lemak, atau protein nabati seperti tahu dan tempe;
- buah-buahan dan sayuran segar;
- kacang-kacangan (termasuk lentil);
- kacang dan biji-bijian;
- minyak zaitun;
- produk susu rendah lemak dalam jumlah kecil;
- biji-bijian utuh.
Saat memulai pola makan anti-inflamasi, hindari diet ekstrem atau terlalu ketat secara tiba-tiba. Cara ini justru bisa membuat tubuh kehilangan nutrisi penting.
Mulailah perlahan: ganti camilan seperti kue kering atau biskuit dengan buah segar, dan pilih minuman yang lebih sehat, seperti teh herbal atau infused water dengan potongan buah, mint, atau mentimun.
Jika kamu merasa ada makanan tertentu yang memicu flare psoriasis, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan panduan yang lebih tepat.
***
Kelebihan berat badan atau obesitas juga diketahui dapat memperburuk psoriasis. Karena itu, mempertimbangkan program penurunan berat badan dengan mengatur porsi dan mengurangi kalori bisa membantu memperbaiki kondisi kulit sekaligus mengontrol gula darah.
Ingat, pola makan sehat akan bekerja lebih optimal bila disertai gaya hidup pendukung: tidur cukup, rutin berolahraga, dan mengelola stres.
Jika masih merokok, ini saat yang tepat untuk mulai merencanakan berhenti. (xt)
Referensi
Hopkins Medicine. Diakses pada 2025. Psoriasis Diet: Foods to Eat and Avoid If You Have Psoriasis
Medical News Today. Diakses pada 2025. What to know about the link between psoriasis and diabetes.
WebMD. Diakses pada 2025. How Does Diabetes Affect Psoriasis?


Leave feedback about this