vaginal microbiome
Kesehatan

Mikrobioma Vagina: Mengapa Penting bagi Kesehatan Perempuan

Mikrobioma vagina, seperti halnya pada usus, merupakan ekosistem mikroorganisme yang berperan penting menjaga kesehatan vagina.

Di dalamnya hidup ribuan jenis bakteri, jamur, dan virus yang saling berinteraksi, bersaing mendapatkan nutrisi, dan menjaga keseimbangan lingkungan vagina.

Sayangnya, mikrobioma vagina sering kali kurang mendapat perhatian dibandingkan mikrobioma usus. Padahal, perannya tak kalah penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Peran Penting Lactobacillus bagi Kesehatan Vagina

Di antara berbagai mikroorganisme yang hidup di vagina, Lactobacillus memegang peran utama.

Dalam kondisi sehat, bakteri baik ini dapat membentuk hingga 80% dari mikrobioma vagina.

Lactobacillus sering disebut sebagai “penjaga keamanan” vagina karena kemampuannya:

  • menjaga tingkat keasaman (pH) vagina tetap optimal;
  • menghambat pertumbuhan bakteri jahat;
  • mengurangi risiko infeksi.

Tak hanya itu, keseimbangan Lactobacillus juga dikaitkan dengan penurunan risiko infertilitas, keguguran, kelahiran prematur, hingga kanker serviks.

Apa yang Terjadi Saat Mikrobioma Vagina Terganggu?

GWS Wellness – Ketidakseimbangan Mikrobioma Vagina Dapat Memicu Berbagai Masalah Kesehatan.

Ketika keseimbangan mikrobioma vagina terganggu dan jumlah Lactobacillus menurun, risiko berbagai masalah kesehatan dapat meningkat. Beberapa di antaranya:

Perempuan dengan kadar Lactobacillus yang rendah juga diketahui lebih berisiko terinfeksi HPV, virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks dan kanker vagina.

Hal-Hal yang Dapat Mengganggu Keseimbangan Mikrobioma Vagina

GWS Wellness – Tisu Basah Sering Dipasarkan Sebagai Solusi Kebersihan Area Intim.

Meskipun mikrobioma vagina dirancang untuk melindungi dirinya sendiri, sistem ini sangat sensitif terhadap berbagai faktor sehari-hari.

Kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat menggeser keseimbangan bakteri baik dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan area intim.

Berikut beberapa faktor paling umum yang dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma vagina.

1. Douching (Membersihkan Vagina Bagian Dalam)

Membersihkan vagina dengan cairan pembersih atau air bertekanan (douching) dapat mengganggu keseimbangan alami mikrobioma vagina. 

Praktik ini melibatkan memasukkan cairan ke dalam vagina dengan tujuan menghilangkan bau atau keputihan.

Alih-alih meningkatkan kesehatan, douching justru dikaitkan dengan:

  • peningkatan risiko vaginosis bakterial (BV);
  • kelahiran prematur;
  • penyakit radang panggul (PID) yang dapat berujung pada infertilitas.

Vagina tidak memerlukan pembersihan internal karena memiliki mekanisme pembersihan alami.

2. Produk Pembersih Kewanitaan

Produk seperti gel pembersih, semprotan, atau tisu basah kewanitaan sering dipasarkan sebagai solusi kebersihan area intim.

Padahal, banyak di antaranya mengandung bahan yang dapat merusak ekosistem mikroba yang sensitif.

Penggunaan produk-produk ini, terutama di dalam atau sekitar area genital dapat:

  • meningkatkan risiko vaginosis bakterial;
  • memicu infeksi saluran kemih;
  • meningkatkan risiko infeksi menular seksual.

Penelitian menunjukkan bahwa produk pembersih tertentu dapat menurunkan jumlah Lactobacillus, bakteri baik utama dalam mikrobioma vagina.

3. Antibiotik

Antibiotik adalah obat yang sangat penting dalam dunia medis. Namun, penggunaannya dapat berdampak pada mikrobioma vagina karena antibiotik tidak hanya membunuh bakteri jahat, tetapi juga bakteri bermanfaat.

Penggunaan antibiotik untuk kondisi seperti radang tenggorokan atau infeksi sinus dapat menurunkan kadar Lactobacillus, sehingga menciptakan lingkungan yang memungkinkan bakteri berbahaya atau jamur berkembang lebih mudah.

4. Perubahan Hormonal

Hormon, terutama estrogen, memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan mikrobioma vagina.

Inilah sebabnya perubahan hormonal selama pubertas, kehamilan, menyusui, dan menopause dapat memengaruhi komposisi bakteri di vagina. 

Kadar estrogen yang rendah sering dikaitkan dengan kekeringan vagina dan peningkatan pH, yang membuat bakteri baik lebih sulit bertahan.

Selama menstruasi, darah menstruasi dapat meningkatkan pH vagina secara sementara.

Pada sebagian perempuan, kondisi ini menyebabkan bau atau rasa tidak nyaman di sekitar masa haid.

5. Aktivitas Seksual

Hubungan seksual dapat meningkatkan pH vagina untuk sementara waktu, yang berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobioma.

Memiliki pasangan baru atau berhubungan seksual tanpa perlindungan juga dapat memperkenalkan bakteri yang tidak dikenal oleh tubuh.

6. Stres

Stres kronis tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga berdampak pada sistem kekebalan dan keseimbangan hormon.

Perubahan ini secara tidak langsung dapat memengaruhi mikrobioma vagina dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

7. Pilihan Pakaian

Pakaian yang terlalu ketat atau berbahan tidak menyerap keringat dapat menciptakan lingkungan lembap dan hangat di area intim.

Kondisi ini mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri yang tidak diinginkan.

8. Pelumas dan Spermisida

Beberapa pelumas dapat mengubah pH vagina atau mengandung bahan yang mengiritasi lapisan vagina.

Spermisida, seperti nonoxynol-9, juga diketahui dapat mengganggu bakteri sehat dan meningkatkan risiko iritasi.

Menjaga Keseimbangan Mikrobioma Vagina dalam Jangka Panjang

Memahami faktor-faktor yang dapat mengganggu mikrobioma vagina membantu kita menghindari pemicu dan membuat pilihan yang lebih bijak.

Mikrobioma vagina adalah sistem yang kompleks yang memiliki peran penting dalam kenyamanan, kesuburan, kehamilan, dan kesehatan secara keseluruhan.

Meski banyak hal dapat mengganggu keseimbangannya, kebiasaan sehari-hari yang tepat dapat membantu menjaganya tetap stabil.

Dengan memilih perawatan yang lembut, memperhatikan sinyal tubuh, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan rutin, kamu dapat mendukung kesehatan area intim secara alami dan penuh kesadaran. (xt)

Referensi

BBC. Diakses pada 2026. How Bacteria in the Vagina Can Improve Health.

PubMed Central. Diakses pada 2026. The Vaginal Microbiome in Health and Disease—What Role Do Common Intimate Hygiene Practices Play?

Raleighob. Diakses pada 2026. The Vaginal Microbiome: How to Support It Naturally.

Leave feedback about this

  • Rating