Bekas luka hitam adalah salah satu keluhan paling umum setelah kulit mengalami lecet atau cedera ringan.
Bekas dengan warna lebih gelap ini dapat muncul sebagai bagian dari penyembuhan alami. Namun, bekas luka ini sering kali membuat kulit tampak tidak merata dan mengganggu penampilan.
Ketika bekas luka terbentuk, tubuh sebenarnya sedang berusaha memulihkan area kulit yang rusak.
Setiap luka, dari sayatan, goresan, luka bakar, hingga luka lecet, akan memicu tubuh menghasilkan jaringan parut yang sebagian besar terdiri dari kolagen.
Jaringan inilah yang memungkinkan kulit menutup kembali dan sembuh dengan baik.
Namun, cara bekas luka hitam terbentuk sangat bervariasi. Ada banyak faktor yang memengaruhi hasil akhirnya, seperti tingkat peradangan, ukuran dan kedalaman luka, lokasi luka, kondisi kulit, hingga bagaimana luka dirawat sejak awal.
Itulah sebabnya tidak ada dua bekas luka yang sama. Setiap orang akan memiliki pola penyembuhan yang berbeda.
Pada tahap awal, bekas luka biasanya tampak merah atau merah muda dan terkadang terasa nyeri. Seiring waktu, warnanya akan berubah mengikuti penyembuhan.
Beberapa bekas luka tampak tebal dan kemerahan, sedangkan yang lain menjadi lebih tipis dan memucat.
Pada beberapa kasus, bekas luka dapat menjadi lebih gelap atau berubah warna menjadi hitam.
Inilah yang sering disebut sebagai hiperpigmentasi pasca-inflamasi. Kondisi ini umum terjadi terutama pada orang dengan warna kulit sawo matang hingga gelap.
Lalu, sebenarnya apa yang membuat bekas luka hitam muncul setelah luka lecet?
Penyebab Bekas Hitam Setelah Luka Sembuh
Bekas hitam setelah luka sembuh dipengaruhi oleh penyembuhan kulit dan produksi melanin.
Melanin adalah pigmen alami yang menentukan warna kulit kita, diproduksi oleh sel khusus bernama melanosit.
Sel-sel inilah yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Namun, ketika kulit mengalami cedera, penyembuhan dapat memengaruhi cara melanosit bekerja. Pada luka yang lebih dalam, seperti luka bakar, luka sayat, atau bekas jerawat, peradangan yang terjadi dapat merusak atau bahkan menghancurkan sel penghasil pigmen.
Akibatnya, produksi melanin menjadi tidak stabil.
Kondisi ini dapat menimbulkan bekas hitam (hiperpigmentasi pasca-inflamasi), terutama jika:
- Terjadi peradangan yang cukup berat
- Kulit terpapar sinar matahari selama masa penyembuhan
- Luka tidak dirawat dengan baik sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama
- Ada faktor genetik, terutama pada orang yang memiliki kulit sawo matang hingga gelap yang cenderung memproduksi lebih banyak melanin
Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat area bekas luka tampak lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya.
Penyebab Bekas Hitam Setelah Luka Sembuh
Warna kulit kita ditentukan oleh melanin, yaitu zat yang diproduksi oleh sel-sel khusus di kulit. Sel-sel ini membantu melindungi kulit dari sinar matahari.
Namun, pigmen dapat menghilang setelah terbentuknya bekas luka akibat kerusakan melanosit, yaitu sel-sel yang meproduksi pigmen (melanin) di kulit.
Jika kamu memiliki luka yang dalam (seperti luka bakar, luka sayat, atau bekas jerawat), penyembuhan dapat merusak atau menghancurkan sel-sel penghasil pigmen ini.
Akibatnya, bekas luka dapat menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi). Penyebabnya adalah adanya peradangan, terpapar sinar matahari selama penyembuhan, penyembuhan yang buruk, atau genetika kulit.
Kandungan Skincare yang Membantu Memudarkan Bekas Hitam

Untuk membantu menyamarkan bekas hitam akibat luka, beberapa kandungan skincare dapat bekerja dengan efektif menghambat produksi melanin, mempercepat regenerasi kulit, dan meratakan warna kulit.
Beberapa agen topikal yang umum direkomendasikan meliputi:
1. Hidrokuinon
Merupakan bahan pemutih kulit yang bekerja dengan menghambat enzim pembentuk melanin. Efektif untuk hiperpigmentasi membandel.
Namun, penggunaannya harus diawasi tenaga medis karena dapat menimbulkan iritasi bila tidak sesuai anjuran.
2. Kojic Acid
Berasal dari fermentasi jamur, kojic acid bekerja menghambat pembentukan pigmen sehingga membantu menyamarkan noda gelap secara bertahap.
Cocok untuk penggunaan rutin karena relatif lebih lembut dibandingkan hidrokuinon.
3. Asam Glikolat (Glycolic Acid)
Termasuk AHA yang membantu eksfoliasi sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit baru. Dengan pemakaian teratur, bekas hitam akan tampak lebih cerah dan kulit terlihat lebih halus.
4. Tretinoin
Turunan vitamin A yang mempercepat pergantian sel kulit, sehingga efektif mengurangi hiperpigmentasi pasca-inflamasi.
Tretinoin juga membantu meningkatkan produksi kolagen, sehingga bagus untuk perbaikan tekstur kulit akibat luka.
Bahan-bahan ini dapat membantu memudarkan bekas hitam apabila digunakan dengan benar dan konsisten.
Namun, karena beberapa di antaranya cukup kuat, penting untuk memperhatikan iritasi dan selalu menggunakan tabir surya agar hasil lebih optimal.
Tips Perawatan Harian agar Bekas Tidak Menggelap

Merawat luka dengan benar sejak awal sangat penting untuk mencegah munculnya bekas hitam yang membandel.
Berikut langkah-langkah perawatan yang dapat membantu menjaga kulit tetap cerah dan meminimalkan perubahan warna:
1. Jaga Kebersihan Luka
Bersihkan luka menggunakan sabun lembut dan air mengalir. Hindari produk keras, seperti hidrogen peroksida, alkohol, yodium, atau sabun antibakteri.
Bahan-bahan ini dapat merusak sel kulit sehat, memperlambat penyembuhan, dan meningkatkan risiko hiperpigmentasi.
2. Lembapkan Kulit Secara Teratur
Gunakan pelembap bebas pewangi atau gel silikon untuk menjaga kelembapan area luka. Kulit yang terhidrasi baik lebih elastis dan pulih lebih cepat, sehingga menurunkan risiko terbentuknya bekas hitam.
3. Batasi Paparan Sinar Matahari
Sinar UV adalah pemicu utama hiperpigmentasi. Oleskan tabir surya spektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi saat area bekas luka terpapar matahari.
Jika memungkinkan, tutupi dengan pakaian pelindung untuk mencegah penggelapan berlebih.
4. Hindari Menggaruk Koreng
Menggaruk atau mencabut koreng dapat memperparah peradangan, meninggalkan noda gelap, dan meningkatkan risiko jaringan parut permanen. Biarkan koreng terlepas dengan sendirinya.
5. Tetap Terhidrasi
Konsumsi air yang cukup membantu menjaga fungsi skin barrier. Ketika tubuh terhidrasi, kulit lebih lentur, lebih cepat beregenerasi, dan lebih kecil kemungkinan meninggalkan bekas hitam.
6. Pola Makan Sehat
Konsumsi makanan kaya protein, lemak sehat, seng, selenium, serta vitamin A, C, dan E. Nutrisi ini mendukung perbaikan jaringan dan membantu mencegah munculnya hiperpigmentasi setelah luka sembuh.
7. Gunakan Gel Silikon
Penelitian menunjukkan bahwa gel silikon efektif mengurangi risiko bekas luka hipertrofik dan keloid.
Selain itu, silikon juga membantu meminimalkan pigmentasi, sehingga bekas tidak menggelap.
Coba rutinitas perawatan yang tepat untuk memudarkan bekas luka, mulai sekarang! (xt)
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Scars.
SPRSI. Diakses pada 2025. Understanding Scar Discoloration.
Vibrant Dermatology. Diakses pada 2025. What Causes Scars to Turn Dark?


Leave feedback about this