Makanan bernutrisi memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan area intim.
Salah satu contoh makanan bernutrisi yang banyak memberikan manfaat adalah yogurt.
Apakah kamu termasuk pecinta yogurt? Jika ya, berarti kamu sudah melakukan satu langkah penting untuk mendukung kesehatan pH vagina.
Yogurt mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan flora alami area intim.
Keseimbangan pH ini sangat penting karena menjadi garis pertahanan pertama terhadap iritasi, bakteri jahat, dan infeksi—mulai dari vaginosis bakterial hingga infeksi jamur.
Ketika pH vagina tidak seimbang, berbagai keluhan bisa muncul, seperti vagina terasa kering, gatal, atau bahkan berbau tak sedap.
Karena itu, dengan rutin memilih makanan bernutrisi yang tepat, kamu ikut menjaga kesehatan area intim dari dalam, sekaligus mendukung kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.
Makanan yang Memengaruhi pH Area Intim

1. Probiotik
Probiotik adalah mikroorganisme hidup—seperti bakteri dan jamur baik—yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, dari pencernaan, imunitas, hingga area intim.
Vagina secara alami mengandung bakteri baik, terutama Lactobacillus, yang bertugas menjaga keseimbangan mikroba sekaligus melindungi dari vaginosis bakterial dan infeksi jamur.
Ketika jumlah bakteri baik menurun, mikroba berbahaya bisa berkembang lebih cepat dan memicu infeksi.
Untuk mendukung keseimbangan ini, kamu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung Lactobacillus.
Yogurt adalah pilihan terbaik. Pastikan yogurt pilihanmu mengandung kultur “hidup dan aktif”.
Selain yogurt, makanan fermentasi, seperti kimchi, acar, miso, dan tempe juga merupakan sumber probiotik yang baik.
2. Buah-buahan
Buah-buahan kaya antioksidan, seperti bluberi, delima, dan stroberi dapat membantu melindungi sel-sel tubuh, termasuk sel di area intim.
Antioksidan bekerja melawan stres oksidatif yang bisa memengaruhi kesuburan dan kesehatan vagina.
Menariknya, penelitian pada 2014 menunjukkan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi minimal satu apel per hari memiliki pelumasan vagina lebih baik dan tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.
Jadi, buah tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga dapat meningkatkan kenyamanan dan fungsi seksual.
3. Makanan Tinggi Serat
Makanan berserat tinggi dapat membantu meningkatkan pertumbuhan Lactobacillus di vagina, sehingga memberikan perlindungan ekstra dari vaginosis bakterial dan infeksi jamur.
Beberapa sumber serat terbaik meliputi:
- buah beri dan buah-buahan lainnya;
- articok matang;
- ubi jalar matang;
- kacang-kacangan dan polong-polongan;
- biji-bijian;
- biji-bijian utuh, seperti barley, oatmeal, dan quinoa.
Selain baik untuk pencernaan, serat juga mendukung keseimbangan mikrobioma tubuh secara keseluruhan.
4. Vitamin D
Vitamin D tidak hanya penting untuk tulang, tetapi juga membantu menjaga kesehatan vagina.
Nutrisi ini dapat mengurangi kekeringan, mendukung keseimbangan pH, dan bahkan meningkatkan keragaman sel vagina, terutama pada wanita menopause.
Sumber terbaik vitamin D antara lain:
- keju Cheddar;
- salmon matang;
- telur;
- susu yang diperkaya vitamin D;
- sarden;
- ikan trout.
Memastikan tubuh cukup vitamin D bisa menjadi salah satu cara menjaga area intim tetap nyaman dan sehat.
Minuman yang Memicu Aroma Tidak Sedap
Alkohol adalah salah satu minuman yang paling sering memicu aroma tak sedap pada area intim.
Selain membuat tubuh dehidrasi, alkohol juga bisa menghambat produksi pelumas alami vagina.
Akibatnya, kamu bisa mengalami ketidaknyamanan hingga rasa sakit saat berhubungan seks. Jadi, bukan berarti tidak boleh minum sama sekali, tapi bijaklah dalam mengonsumsinya.
Kurang minum air juga bisa membuat aroma vagina berubah. Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat dan berbau amonia, yang dapat memengaruhi aroma area intim.
Minum air yang cukup membantu menghidrasi tubuh, mengurangi bau tidak sedap, sekaligus menjaga keseimbangan cairan dan pH alami.
Pilihan Makanan untuk Menutrisi Kesehatan Vagina

Mendukung kesehatan vagina lewat pola makan bukan berarti harus diet ketat atau serba “sempurna”.
Kuncinya adalah membuat pilihan sederhana yang kamu lakukan setiap hari—dan itu dimulai dari apa yang kamu makan.
Dengan memperbanyak mengonsumsi makanan kaya serat, buah dan sayur yang padat mikronutrien, protein berkualitas, serta makanan fermentasi kaya probiotik, kamu bisa membantu menjaga mikrobioma vagina tetap seimbang.
Makanan bernutrisi tidak hanya baik untuk area intim, tapi juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. (xt)
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Vaginal Odor.
Health. Diakses pada 2025. Best Food for Vagina Health.


Leave feedback about this