vaginal dryness
Kesehatan

Mengatasi Vagina Kering Secara Alami dan Aman

Vagina kering adalah kondisi yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, termasuk nyeri saat berhubungan seksual dan nyeri panggul berkepanjangan. 

Meski vagina kering lebih sering dialami oleh perempuan menopause, kondisi ini juga dapat terjadi pada perempuan yang lebih muda akibat perubahan hormon, stres, atau gaya hidup tertentu.

Vagina kering umumnya terjadi akibat penurunan kadar estrogen, yaitu hormon utama yang menjaga kesehatan vulva dan vagina.

Ketika kadar estrogen rendah, jaringan vagina menjadi kurang elastis, kurang terlumasi, dan lebih mudah teriritasi. 

Inilah alasan mengapa vagina kering sering muncul pada masa menopause atau kondisi tertentu yang memengaruhi hormon.

Selain perubahan hormon, pola makan dan penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memicu vagina kering.

Obat yang menyebabkan mata kering atau mulut kering biasanya memiliki efek serupa pada vagina karena mekanisme pelumasannya dipengaruhi oleh sistem tubuh yang sama.

Kadar estrogen dalam darah juga dapat berubah sepanjang siklus menstruasi. Pada perempuan yang tidak memakai kontrasepsi hormonal, kadar estrogen cenderung paling rendah pada hari-hari sebelum dan sesudah menstruasi.

Saat itulah sebagian perempuan merasakan vagina kering sementara.

Kontrasepsi hormonal dengan dosis sangat rendah juga dapat menurunkan produksi pelumas alami, sehingga berkontribusi pada kekeringan vagina.

Solusi Alami: Pelembap dan Suplemen

GWS Wellness – Vagina Kering Terjadi Akibat Menurunnya Hormon Estrogen.

1. Redakan kekeringan vagina dengan minyak nabati

Minyak alami dan gel lembut dapat memberikan sensasi nyaman dan menenangkan. Pilihannya mudah ditemukan, cara pakainya sederhana, dan membantu menambah kelembapan baik sehari-hari maupun saat berhubungan intim.

Beberapa bahan yang dapat dicoba antara lain minyak kelapa, gel aloe vera, minyak zaitun, atau minyak bunga matahari.

2. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Dehidrasi membuat jaringan vagina lebih kering dan kurang elastis, sehingga keluhan bisa semakin terasa. Dengan minum cukup air, hidrasi tubuh—termasuk area vagina—lebih terjaga, sehingga kelembapannya tetap optimal.

Usahakan minum setidaknya 8 gelas air per hari, dan tambahkan lebih banyak jika cuaca panas atau Anda aktif berolahraga.

3. Tambahan dukungan dari suplemen

Selain minyak dan gel, suplemen seperti vitamin E dan fitoestrogen dapat membantu menjaga kelembapan dari dalam.

Nutrisi ini mendukung kesehatan jaringan, membantu menstabilkan hormon, dan dapat mengurangi gejala kekeringan secara alami.

4. Terapkan gaya hidup sehat

Beberapa kebiasaan dapat memperburuk kekeringan, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, atau melakukan douching.

Sebaliknya, rutin berolahraga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung kesehatan jaringan vagina sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Cara Memilih Produk Pelumas yang Aman

Pelumas terbaik untuk mengatasi kekeringan vagina sebenarnya bergantung pada kebutuhan dan kenyamanan masing-masing orang. 

Pelumas berbahan dasar air adalah pilihan yang paling umum karena ringan dan mudah dibersihkan, tetapi biasanya perlu diaplikasikan lebih sering.

Jika Anda mencari kelembapan yang lebih tahan lama, pelumas berbahan dasar silikon bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.

Teksturnya lebih licin dan tidak cepat mengering.

Ada juga pelumas berbahan dasar minyak, yang nyaman digunakan untuk aktivitas seperti pijat atau penggunaan di luar ruangan.

Namun, perlu diingat bahwa jenis ini dapat merusak kondom lateks, sehingga tidak disarankan jika Anda menggunakannya sebagai proteksi.

Saat memilih pelumas, selalu periksa daftar bahannya untuk memastikan tidak ada komponen yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Sesuaikan pilihan dengan aktivitas yang Anda lakukan, dan gunakan sedikit terlebih dahulu untuk melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi. (xt)

Referensi

Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Vaginal dryness: Symptoms, causes, remedies.

Verywell Health. Diakses pada 2025. Healing Vaginal Dryness With Natural Remedies

Leave feedback about this

  • Rating