Perawatan pasca melahirkan biasanya dilakukan enam bulan setelah melahirkan. Hal ini penting dilakukan karena umumnya perempuan merasakan perubahan pada tubuhnya, terutama pada area intim.
Perubahan tersebut meliputi nyeri perineum, nyeri saat berhubungan seksual, pendarahan, dan kekeringan vagina.
Perubahan Area Intim Pasca Persalinan

1. Vagina terasa lebar
Vagina biasanya tampak lebih lebar daripada sebelum melahirkan. Pembengkakan dan keterbukaan akan mereda dalam beberapa hari.
Umumnya, ibu baru melahirkan juga merasa vagina terasa kendur.
Tips
Vagina memang tidak dapat kembali ke bentuk semula seperti sebelum melahirkan.
Namun, kamu dapat mencoba latihan dasar panggul atau kegel untuk membantu mengencangkan otot-otot vagina.
Hal ini juga dapat mencegah inkontinensia urin.
2. Vagina terasa kering
Merasakan kekeringan vagina setelah melahirkan adalah hal umum. Hal ini terjadinya karena rendahnya estrogen yang umum terjadi pada ibu menyusui.
Dan, memang kadar estrogen pada ibu menyusui lebih rendah daripada ibu tidak menyusui.
Kekeringan vagina juga dapat menyebabkan hubungan seksual terasa tidak nyaman dan menyakitkan.
Bahkan kadang-kadang dapat menyebabkan pendarahan.
3. Nyeri akibat jahitan pada vagina
Jenis, intensitas, serta durasi nyeri dan rasa sakit pada vagina bervariasi pada setiap orang.
Ibu baru mungkin mengalami satu atau lebih gejala berikut setelah melahirkan:
- kram;
- nyeri punggung, leher, atau sendi;
- nyeri pada perineum, yang pada wanita merupakan area antara vagina dan anus;
- payudara bengkak atau nyeri.
4. Keputihan
Baik melahirkan secara normal maupun melalui operasi caesar, rahim perlu mengosongkan diri dari darah, lendir, dan jaringan ekstra yang dibutuhkannya selama kehamilan.
Karena itu, perempuan mengalami perdarahan vagina pascapersalinan (dikenal sebagai lokia) setelah melahirkan.
Pendarahan kemungkinan akan lebih banyak daripada menstruasi selama tiga hingga sepuluh hari pertama setelah melahirkan.
Kemudian, perempuan yang baru melahirkan akan mengalami perdarahan ringan atau bercak yang berlangsung selama empat hingga enam minggu setelah melahirkan, yang warnanya berubah dari merah menjadi merah muda, cokelat, dan akhirnya putih kekuningan.
Perawatan Luka Jahitan dan Kebersihan Harian
Saat melahirkan, perineum meregang untuk memberi ruang bagi bayi. Perineum adalah area kulit di antara lubang vagina dan anus (saluran anus). Saat melahirkan normal, area ini mungkin robek atau lecet.
Robekan yang memerlukan jahitan (yang biasanya akan larut dalam 1-2 minggu) bisa terasa cukup perih dan kebersihan yang baik penting dilakukan beberapa hari setelah melahirkan.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan area tersebut:
1. Mandi
Gunakan air untuk membersihkan area perineum. Tepuk-tepuk area tersebut dengan lembut dan keringkan dengan handuk bersih.
2. Rutin ganti pembalut
Ganti pembalut secara teratur. Untuk mengatasi ketidaknyamanan dan mengurangi peradangan, kompres area perineum maksimal 10 menit. Lakukan setiap empat jam sekali.
3. Diet sehat
Minum banyak air dapat membantu mencegah sembelit. Konsumsi makanan kaya serta, seperti buah dan sayur.
4. Istirahat
Luangkan waktu untuk beristirahat. Istirahat penting untuk pemulihan dan penyembuhan. Usahakan untuk duduk atau berbaring dalam posisi yang paling nyaman dan tidak menekan perineum.
Dukungan Psikologis dan Kepercayaan Diri

Memiliki bayi adalah pengalaman yang mengubah hidup. Menjadi orang tua memang menyenangkan, tetapi juga bisa melelahkan dan membebani.
Merasa khawatir atau ragu adalah hal yang wajar, terutama jika ini adalah pengalaman pertama.
Jika perasaanmu meliputi kesedihan atau kesepian yang ekstrem, perubahan suasana hati yang parah, dan sering menangis, kamu mungkin mengalami depresi pascapersalinan.
Apa saja cara untuk mengatasi depresi pasca persalinan?
Tidak apa-apa jika merasa kewalahan. Mengasuh anak penuh dengan suka duka, dan memiliki bayi bukanlah hal yang mudah. Jika kamu mengalami depresi, kamu tidak sendirian.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi depresi pasca persalinan:
- Cari seseorang untuk diajak bicara — terapis, teman, anggota keluarga, atau seseorang yang akan mendengarkan dan membantumu.
- Bergabunglah dengan kelompok dukungan untuk orang tua baru.
- Usahakan makan sehat dan luangkan waktu untuk berolahraga.
- Utamakan istirahat untuk diri sendiri.
- Pergilah bersama teman-teman atau bicaralah dengan mereka melalui telepon.
- Luangkan waktu untuk merawat diri sendiri dan melakukan hal-hal yang kamu sukai, seperti membaca atau hobi lainnya.
- Dapatkan bantuan untuk pekerjaan rumah tangga atau tugas-tugas lainnya. (xt)
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Postpartum Depression.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What vaginal changes can a person expect after giving birth?
Midwife. Diakses pada 2025. Care of Your Perineum After Birth.
What to Expect. Diakses pada 2025. What Really Happens to Your Vagina After Birth.


Leave feedback about this