Impetigo penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes.
Impetigo merupakan infeksi kulit yang umum dan sangat menular, terutama jika terdapat luka terbuka, lecet, atau cedera pada kulit.
Kondisi kulit yang rusak membuat bakteri lebih mudah masuk dan berkembang biak. Memiliki eksim atopik atau kudis juga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang impetigo.
Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan anak kecil, terutama yang tinggal di lingkungan beriklim panas dan lembap.
Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang untuk melawan infeksi bakteri atau virus.
Meski demikian, orang dewasa juga dapat terkena impetigo, terutama jika daya tahan tubuh sedang menurun atau memiliki luka kulit yang tidak dirawat dengan baik.
Ciri Khas Impetigo dan Penyebabnya

1. Luka Kecil Berwarna Merah dan Gatal
Gejala awal impetigo biasanya berupa munculnya luka kecil kemerahan yang terasa gatal. Luka kemudian berkembang menjadi lepuh, terutama di sekitar hidung, mulut, tangan, atau leher.
Lepuh ini bisa pecah dan mengeluarkan cairan bening selama beberapa hari sebelum membentuk keropeng kuning seperti madu yang menjadi tanda khas impetigo.
2. Lepuhan Berisi Cairan atau Nanah
Pada beberapa kasus, lepuhan dapat berisi cairan atau nanah. Lepuhan ini berkembang cepat dan bisa menutupi area kulit yang lebih luas jika tidak mendapatkan penanganan tepat.
Setelah pecah, lepuhan akan meninggalkan permukaan kulit yang mengering dan mengeras. Lepuh bernanah umumnya menandakan infeksi yang lebih berat dan memerlukan pemeriksaan medis.
3. Kulit Terasa Gatal dan Tidak Nyaman
Rasa gatal merupakan keluhan yang sering dialami penderita impetigo. Namun, menggaruk area infeksi sebaiknya dihindari karena dapat menyebarkan bakteri ke bagian kulit lain atau menularkannya ke orang lain.
Jika bakteri menyebar, kondisi dapat semakin parah dan penyembuhan menjadi lebih lama.
Pengobatan Alami dan Medis untuk Anak dan Dewasa
Ada beberapa pilihan pengobatan impetigo, dari perawatan medis hingga penggunaan bahan alami.
Penanganan yang tepat dapat membantu menghentikan infeksi, mencegah penyebaran bakteri, dan mempercepat penyembuhan.
1. Antibiotik Topikal
Untuk kasus impetigo ringan, dokter biasanya meresepkan antibiotik topikal dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan langsung pada luka.
Obat ini membantu menghambat pertumbuhan bakteri, mengendalikan infeksi, serta mempercepat pemulihan.
2. Antibiotik Oral
Jika infeksi lebih parah atau tidak membaik setelah penggunaan salep antibiotik, dokter dapat meresepkan antibiotik oral.
Pengobatan biasanya berlangsung selama 7–10 hari, tergantung tingkat keparahan infeksi dan respon tubuh terhadap terapi.
3. Perawatan Luka yang Tepat
Untuk membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi menyebar, perawatan luka di rumah bisa dilakukan dengan cara:
- Membersihkan luka setiap 8–12 jam dengan sabun lembut.
- Merendam kerak lembut menggunakan air hangat dan membersihkannya perlahan dengan kain bersih sekali pakai.
- Menepuk area luka hingga kering dengan handuk bersih.
- Mengoleskan salep antibiotik sesuai petunjuk dokter atau apoteker.
- Menutup area luka dengan perban tahan air.
- Menghindari kebiasaan menggaruk agar bakteri tidak berpindah ke bagian kulit lain atau menular ke orang lain.
4. Pengobatan Alami
Selain obat medis, beberapa bahan alami dapat membantu meredakan gejala dan mendukung penyembuhan impetigo, seperti
- Aloe vera
Membantu menenangkan kulit dan mengurangi peradangan. - Kamomil
Mengandung sifat antibakteri dan anti-inflamasi. - Bawang putih atau jahe
Memiliki efek antibakteri alami. - Madu
Dikenal mampu membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan mempercepat penyembuhan luka.
Bahan-bahan alami tersebut dapat diaplikasikan langsung pada area kulit yang terinfeksi. Namun, tetap perlu digunakan dengan hati-hati, terutama pada anak-anak atau pada kondisi kulit sensitif.
Jika gejala tidak membaik, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Tips Menjaga Kebersihan agar Impetigo Tidak Kambuh
Menjaga kebersihan kulit merupakan langkah penting untuk mencegah impetigo kambuh, terutama karena impetigo penyebab utamanya adalah infeksi bakteri yang mudah menyebar melalui kulit yang terluka atau benda yang terkontaminasi.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Segera Obati Luka
Jika mengalami luka sayat, lecet, gigitan serangga, atau goresan ringan, segera bersihkan dengan sabun dan air mengalir.
Setelah itu, oleskan salep antibiotik dan tutup dengan perban bersih untuk mencegah bakteri masuk dan memicu infeksi impetigo.
2. Mandi atau Berendam Setelah Beraktivitas
Setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat, segera mandi untuk menghilangkan keringat, kotoran, dan bakteri di permukaan kulit.
Gunakan sabun lembut serta handuk bersih untuk mengeringkan tubuh.
3. Rajin Mencuci Tangan
Cuci tangan dengan sabun setiap selesai menggunakan toilet atau ketika tangan terasa kotor. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah penyebaran bakteri penyebab impetigo.
Gunakan handuk bersih atau tisu sekali pakai untuk mengeringkan tangan.
4. Hindari Berbagi Barang Pribadi
Jangan berbagi handuk, pakaian, alat olahraga, atau perlengkapan mandi. Barang-barang tersebut dapat menjadi media penularan bakteri penyebab impetigo antaranggota keluarga atau teman.
Jika Bertemu Seseorang yang Sedang Mengalami Impetigo
Untuk mengurangi risiko tertular atau menyebarkan infeksi, lakukan hal-hal berikut:
- Hindari menyentuh area kulit yang terinfeksi.
- Hindari menyentuh barang yang telah digunakan penderita, seperti handuk, seprai, mainan, atau peralatan olahraga.
- Gunakan pakaian bersih setiap hari, dan hindari mengambil pakaian kotor langsung dari keranjang, terutama pakaian olahraga yang lembap dan penuh bakteri.
Kebersihan yang baik dapat membantu mencegah penyebaran bakteri penyebab impetigo serta mengurangi risiko infeksi ulang, baik pada anak maupun orang dewasa. (xt)
Referensi
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2025. 10 tips to prevent spreading impetigo and avoid getting it again
Celveland Clinic. Diakses pada 2025. Impetigo.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Impetigo.
NCBI. Diakses pada 2025. Impetigo.


Leave feedback about this