Hormon estrogen wanita berperan besar dalam menjaga kesehatan seksual dan reproduksi.
Hormon ini mengatur fungsi penting pada tubuh perempuan, seperti pertumbuhan organ reproduksi, siklus menstruasi, hingga kesiapan tubuh untuk hamil.
Kadar hormon ini secara alami naik-turun sepanjang siklus menstruasi, dan umumnya menurun saat memasuki menopause.
Fluktuasi ini bisa memengaruhi kondisi vagina, dari kelembapan, elastisitas, hingga keseimbangan flora alami.
Hormon estrogen yang terlalu rendah atau konsisten tinggi dalam jangka panjang bisa menandakan kondisi medis yang memerlukan evaluasi dokter.
Karena itu, perubahan pada tubuh, seperti vagina terasa lebih kering, nyeri saat berhubungan, atau perubahan siklus menstruasi perlu diperhatikan sebagai sinyal tubuh.
Bersama progesteron, hormon estrogen wanita juga berperan penting dalam perkembangan karakteristik seksual sekunder, seperti payudara dan pinggul, serta memfasilitasi proses biologis, seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause.
Menariknya, estrogen tidak hanya berperan pada sistem reproduksi. Hormon ini juga memengaruhi sistem tubuh lain, seperti kulit, tulang, dan suasana hati.
Karena itu, meski paling dikenal sebagai hormon perempuan, estrogen sebenarnya juga diproduksi, dalam kadar lebih kecil, oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan.
Hormon Estrogen dan Dampaknya pada Kelembapan Vagina
Hormon estrogen merupakan kunci utama yang menjaga kelembapan area kewanitaan.
Estrogen membantu mempertahankan jaringan vagina tetap sehat, elastis, dan terlumasi sehingga terasa nyaman dan tidak mudah iritasi.
Ketika kadar estrogen menurun, misalnya pada masa menopause, saat menyusui, atau akibat terapi medis tertentu—produksi pelumas alami juga menurun.
Inilah yang membuat sebagian wanita merasakan vagina menjadi lebih kering, perih, atau tidak nyaman, baik saat aktivitas harian maupun ketika berhubungan seksual.
Sebaliknya, kadar estrogen yang lebih tinggi meningkatkan kelembapan vagina.
Itulah sebabnya selama siklus menstruasi, terutama menjelang ovulasi, serviks memproduksi lebih banyak cairan vagina sebagai bagian dari mekanisme alami tubuh.
Namun setelah memasuki menopause, produksi estrogen dan cairan vagina menurun secara alami.
Perubahan ini bukan tanda masalah, tetapi bagian dari penuaan yang wajar meski tetap dapat diatasi dengan perawatan yang tepat.
Cara Menjaga Flora Vagina Tetap Seimbang

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan vagina, termasuk:
1. Menjaga kebersihan area intim
Hindari menggunakan sabun keras, douche, atau produk beraroma di area vagina karena dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri.
2. Mendukung pola makan sehat
Pola makan seimbang yang kaya akan makanan utuh, probiotik, dan makanan fermentasi dapat berdampak positif pada mikrobiota vagina.
3. Mengelola stres
Stres kronis dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan keseimbangan hormon, yang berpotensi memengaruhi kesehatan vagina.
Meditasi, olahraga, dan praktik perawatan diri bermanfaat untuk membantu meredakan stres.
4. Memilih produk perawatan pribadi alami
Pilih produk organik dan bebas pewangi untuk kebersihan intim guna meminimalkan paparan bahan kimia yang berpotensi berbahaya.
Lima Nutrisi Pendukung Kesehatan Hormonal

pH vagina yang sehat berada pada kisaran 3,8–4,5. Ketidakseimbangan hormon dapat memicu pertumbuhan bakteri berlebih yang menyebabkan ketidaknyamanan pada area intim.
Untuk membantu menjaga kesehatan hormonal, meningkatkan lubrikasi, serta mendukung keseimbangan pH vagina, berikut beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi:
1. Cranberry: Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Cranberry kaya akan antioksidan, vitamin C, dan vitamin E yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Studi menunjukkan bahwa cranberry efektif dalam mencegah ISK, terutama pada wanita yang sering mengalami infeksi berulang.
Konsumsilah buah cranberry dalam bentuk buah utuh atau jus tanpa gula tambahan.
2. Kentang: Mendukung Kesuburan
Kentang mengandung beta karoten dan vitamin A yang berperan dalam membangun dan memelihara dinding vagina serta menjaga kesehatan rahim.
Nutrisi ini juga penting untuk produksi hormon dan kerap direkomendasikan untuk wanita dengan PCOS, karena berhubungan dengan peningkatan kesuburan.
3. Lemak Nabati dan Alpukat: Meningkatkan Lubrikasi dan Libido
Asam lemak omega-3 membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga dapat mendukung hasrat seksual.
Asam lemak sehat lainnya, seperti palmitoleat, linoleat, oleat, dan palmitat yang ditemukan dalam minyak sea buckthorn diketahui mampu mengatasi kekeringan vagina, terutama pada wanita pascamenopause, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian tahun 2014.
4. Apel: Menjaga Kesehatan Vagina
Apel mengandung fitoestrogen phloridzin serta antioksidan yang meningkatkan aliran darah ke vagina, menjaga pelumasan alami, meningkatkan fungsi seksual, bahkan berpotensi meningkatkan kepuasan dan frekuensi orgasme.
Riset juga menunjukkan bahwa konsumsi dua atau lebih porsi buah jeruk per hari dapat menurunkan risiko fibroid rahim.
5. Sayuran Berdaun Hijau: Menunjang Sirkulasi Darah dan Libido
Sayuran seperti bayam, kangkung, atau sawi mengandung nitrat, yang bertindak sebagai vasodilator untuk melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi ke seluruh tubuh, termasuk area vagina.
Aliran darah yang lebih baik dapat membantu mengurangi kekeringan dan meningkatkan libido.
Sayuran hijau juga kaya vitamin E, magnesium, dan kalsium yang baik untuk kesehatan otot, termasuk otot vagina.
***
Memahami keseimbangan ekosistem vagina yang sensitif adalah kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi yang optimal.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin mendukung keseimbangan bakteri baik, setiap wanita dapat membangun lingkungan intim yang lebih harmonis.
Vagina yang sehat turut menunjang rasa percaya diri dan kualitas hidup secara keseluruhan. (xt)
Referensi
Aventura Obgyn Specialists. Diakses pada 2025. How to Attain and Maintain Healthy Vaginal Flora.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Estrogen.


Leave feedback about this