women's menstrual cycle
Kesehatan

Fase Siklus Menstruasi dan Cara Merawat Area Intim di Tiap Fasenya

Siklus menstruasi wanita adalah proses biologis alami, tapi kompleks yang terjadi setiap bulan sebagai bagian dari fungsi reproduksi.

Meskipun umum terjadi, setiap perempuan dapat mengalami pola yang berbeda sesuai kondisi tubuhnya.

Siklus menstruasi wanita dihitung dari hari pertama perdarahan menstruasi hingga sehari sebelum menstruasi berikutnya.

Rata-rata berlangsung sekitar 28 hari. Namun, variasi normal sangat luas antarindividu.

Pada remaja, siklus menstruasi  biasanya lebih panjang dan belum stabil, bisa mencapai 45 hari.

Sementara, pada perempuan usia 20–30-an, siklus umumnya menjadi lebih teratur, berkisar antara 21 hingga 38 hari.

Tahapan Siklus Menstruasi dan Perubahan pH Vagina

GWS Wellness – Siklus Menstruasi Wanita Memiliki Empat Fase.

Siklus menstruasi memiliki empat fase. Setiap fase membawa perubahan hormonal yang ikut memengaruhi kondisi area intim, termasuk variasi pH vagina.

1. Menstruasi (Haid)

Pada fase ini, lapisan rahim meluruh dan keluar melalui vagina berupa darah, lendir, dan jaringan. Durasi rata-rata haid berlangsung 3–7 hari.

Selama menstruasi, pH vagina cenderung meningkat atau menjadi sedikit lebih basa karena adanya darah menstrual.

Akibatnya area intim bisa terasa kurang nyaman atau lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi. Kebersihan ekstra dan penggunaan produk pembersih yang lembut menjadi penting pada fase ini.

2. Fase Folikular

Fase folikular dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung sekitar 13–14 hari. Hormon mulai berubah untuk menebalkan lapisan rahim dan mematangkan folikel di ovarium.

Biasanya hanya satu folikel yang siap menjadi sel telur.

Pada fase ini, pH vagina kembali menurun ke kondisi lebih asam. Kondisi ini lebih ideal untuk menjaga keseimbangan flora baik dan melindungi area intim dari bakteri patogen.

3. Ovulasi

Ovulasi terjadi ketika sel telur matang dilepaskan dari ovarium. Biasanya sekitar dua minggu sebelum menstruasi berikutnya.

Inilah masa paling subur, sehingga peluang kehamilan meningkat jika berhubungan seksual tanpa perlindungan.

Pada fase ovulasi, tubuh menghasilkan lebih banyak lendir serviks yang bening dan licin.

pH vagina cenderung sedikit meningkat, menciptakan lingkungan yang mendukung kelangsungan hidup sperma.

4. Fase Luteal

Setelah ovulasi, sel telur bergerak menuju rahim. Lapisan rahim terus menebal untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan.

Jika terjadi kehamilan, siklus berhenti dan menstruasi tidak datang. Jika tidak hamil, kadar hormon menurun dan menstruasi pun dimulai kembali.

Pada fase luteal, pH vagina biasanya kembali ke kondisi yang lebih asam. Namun sebagian perempuan dapat mengalami gejala, seperti keputihan, kulit sensitif, atau rasa tidak nyaman akibat perubahan hormon menjelang haid.

Tips Perawatan Area Intim Sesuai Selama Siklus Menstruasi

GWS Wellness – Pilih Produk Pembersih Khusus Selama Siklus Menstruasi Wanita.

1. Menstruasi

Selama menstruasi, kulit area intim biasanya lebih sensitif. Pilih produk pembersih khusus area genital yang lembut, membantu menjaga pH seimbang, dan mendukung mikrobiota vagina agar tidak mudah iritasi.

Hindari sabun biasa, parfum, maupun produk berpewangi yang dapat memicu rasa perih. Ganti pembalut atau tampon secara teratur agar area intim tetap bersih dan kering.

Jika menggunakan menstrual cup, pastikan untuk membilas dan membersihkannya dengan benar sebelum memasangnya kembali.

Untuk kenyamanan ekstra, tisu basah khusus area intim yang bebas alkohol dapat membantu menjaga kesegaran saat sedang banyak aktivitas.

2. Fase Folikular

Pada fase ini, kadar estrogen meningkat dan mikrobiota vagina biasanya mulai kembali stabil. Ini waktu terbaik untuk menjaga kesehatan area intim dengan produk yang menenangkan dan ramah kulit.

Hindari melakukan douching karena dapat mengganggu flora alami vagina.

Jika kamu rutin berolahraga, segera ganti pakaian setelah berkeringat. Gunakan pakaian dalam berbahan katun agar tidak terjadi penumpukan kelembapan yang dapat memicu bakteri.

3. Ovulasi

Peningkatan lendir serviks dan keputihan adalah hal normal pada fase ini, karena tubuh sedang berada dalam puncak kesuburan.

Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan ganti segera jika terasa lembap untuk mencegah iritasi.

Bau yang sedikit lebih kuat masih tergolong wajar. Namun, jika tekstur atau warna keputihan berubah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Di fase ini, produk perawatan area intim yang mengandung asam laktat atau bahan alami pelindung dapat membantu memperkuat flora vagina.

4. Fase Luteal

Menjelang haid, sebagian perempuan merasakan peningkatan kekeringan atau sensitivitas pada area intim akibat perubahan hormon.

Produk pelembap yang aman untuk area genital dapat membantu menjaga kulit tetap nyaman dan tidak mudah gatal.

Jika kamu cenderung lebih rentan terhadap infeksi pada fase ini, gunakan produk pembersih yang membantu menjaga keseimbangan flora vagina.

Hindari pakaian terlalu ketat dan pilih bahan lembut yang menyerap keringat untuk mencegah gesekan berlebih.

***

Tubuh terus berubah sepanjang siklus menstruasi. Dengan mendengarkan kebutuhan tubuh, merawat area intim dengan bijak, dan memahami setiap fasenya, kamu bisa merasa lebih nyaman dan seimbang setiap bulan. (xt)

Referensi

Better Health. Diakses pada 2025. The menstrual cycle.

Gynea. Diakses pada 2025. Take care of your intimate hygiene based on your phase of the cycle.

    • 1 bulan ago

    […] Nah, kalau kamu mengalami kondisi ini. Jangan buru-buru panik. Cek aja period calendar-mu. […]

    • 2 bulan ago

    […] Fase Siklus Menstruasi dan Cara Merawat Area Intim di Tiap Fasenya […]

Leave feedback about this

  • Rating