Lecet kulit adalah iritasi yang muncul akibat gesekan berulang antara kulit dengan kulit atau pakaian. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan, rasa perih, gatal, bahkan ruam.
Lecet paling sering terjadi di area yang lembap dan tertutup, seperti paha bagian dalam, bokong, dan ketiak.
Cuaca panas, keringat, dan kelembapan berlebih dapat memperparah lecet kulit, membuat area tersebut terasa tidak nyaman dan sulit sembuh.
Untuk membantu meredakan iritasi dan mempercepat pemulihan, kamu bisa menggunakan wund+™ Regeneration Cream.
Krim ini diformulasikan untuk membantu regenerasi kulit, menenangkan area yang lecet, serta menjaga kelembapan alami kulit tanpa menimbulkan rasa perih.
Selain itu, cegah lecet kulit dengan beberapa langkah sederhana:
- Gunakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat.
- Jaga area lipatan tubuh tetap kering.
- Hindari gesekan berulang dengan menggunakan krim pelindung atau pelembap, seperti wund+™ Regeneration Cream sebelum beraktivitas.
Dengan perawatan yang tepat, lecet kulit dapat diatasi dengan cepat dan kulit kembali terasa nyaman dan sehat.
Penyebab Umum Lecet Kulit di Lipatan Tubuh

Berikut beberapa penyebab umum lecet kulit yang perlu kamu waspadai:
1. Sering berolahraga
Semakin sering berolahraga, semakin besar risiko lecet kulit. Terutama ketika keringat bercampur dengan gesekan dari pakaian atau peralatan olahraga.
Studi menunjukkan bahwa lecet merupakan salah satu keluhan kulit paling umum pada atlet, selain kulit kering dan kemerahan.
2. Pakaian yang ketat dan tidak ramah kulit
Pakaian yang terlalu ketat atau berbahan kasar dapat mengiritasi kulit dan memicu lecet kulit.
Pilih bahan pakaian yang lembut, menyerap keringat, dan tidak menimbulkan gesekan berlebih pada kulit, terutama di area paha, ketiak, dan bawah payudara.
3. Berat badan berlebih
Gesekan antar lipatan kulit pada orang dengan berat badan tinggi atau obesitas dapat memicu lecet kulit dan ruam peradangan yang disebut intertrigo.
Kondisi ini sering muncul di area lembap, seperti perut, payudara, atau leher.
4. Menyusui
Ibu menyusui juga berisiko mengalami lecet kulit pada area puting akibat gesekan saat menyusui atau memompa ASI.
Gesekan yang terus-menerus dapat menimbulkan rasa perih dan iritasi ringan.
5. Cuaca panas dan lembap
Keringat berlebih pada suhu tinggi dapat memperburuk gesekan antara kulit dan pakaian, mempercepat munculnya lecet kulit, terutama di area lipatan tubuh.
Lima Tips Mencegah Lecet Kulit di Area Lipatan

Gesekan dan kelembapan berlebih sering kali menjadi penyebab utama munculnya iritasi dan rasa tidak nyaman.
Berikut beberapa tips untuk mencegah lecet kulit agar kamu tetap aktif tanpa gangguan.
1. Kenakan pakaian yang tepat
Gunakan pakaian yang lembut dan menyerap keringat, seperti bahan katun atau pakaian olahraga dengan teknologi moisture-wicking.
Bahan ini membantu mengurangi gesekan dan menjaga kulit tetap kering, sehingga risiko lecet kulit berkurang.
2. Pastikan pakaian pas dan nyaman
Kesesuaian pakaian juga penting, terutama saat berolahraga. Hindari pakaian atau sepatu yang terlalu ketat karena dapat memperparah gesekan.
Cobalah pakaian baru terlebih dahulu sebelum menggunakannya dalam aktivitas panjang untuk memastikan bahannya tidak membuat iritasi.
3. Oleskan pelembap di area rawan lecet
Gunakan pelembap lembut dan bebas pewangi di area yang sering bergesekan, seperti paha bagian dalam, ketiak, dan bawah payudara.
Pelembap dapat membantu mengurangi gesekan dan menjaga kelembapan alami kulit.
4. Jaga kulit tetap bersih dan kering
Keringat dan kelembapan yang menumpuk dapat memperburuk lecet kulit. Setelah beraktivitas atau berkeringat, segera mandi dan ganti pakaian.
Gunakan handuk bersih untuk menyeka keringat dan pastikan kulit benar-benar kering sebelum berpakaian.
5. Hentikan aktivitas jika mulai terasa lecet
Begitu kamu mulai merasakan gesekan atau perih di kulit, hentikan aktivitas sejenak. Bersihkan area yang lecet dengan air hangat dan sabun lembut, tepuk hingga kering.
Untuk mempercepat pemulihan lecet kulit, kamu dapat menggunakan wund+™ Regeneration Cream, yang diformulasikan dengan tujuh pelembap intensif (Urea, Zinc Stearate, Glycerin, Allantoin, Shea Butter, Sodium Lactate, Dimethicone) dan Aloe Vera yang berfungsi menjaga kelembapan dan menghidrasi kulit kering.
Krim topikal ini memiliki sifat antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti bakteri,virus, jamur, dan parasit. (xt)
Referensi
Everyday Health. Diakses pada 2025. What Is Chafing?
Everyday Health. Diakses pada 2025. How to Prevent Chafing.
Medline Plus. Diakses pada 2025. Chafing.


Leave feedback about this