Kesehatan

Mengapa Luka Tak Boleh Diabaikan?

Luka mungkin terlihat sepele. Hanya goresan kecil, luka bakar ringan, atau bekas terjatuh. Tapi tahukah kamu, di balik penyembuhan luka yang terlihat sederhana, tubuh sedang menjalankan sistem yang kompleks dan sangat terorganisir?

Tubuh Punya “Protokol” Sendiri

Penyembuhan luka berlangsung melalui empat tahap penting:

  1. Hemostasis, di mana tubuh menghentikan perdarahan.
  2. Peradangan, sebagai pertahanan awal dari infeksi.
  3. Proliferasi, ketika jaringan baru mulai tumbuh.
  4. Remodeling, proses pematangan dan penguatan kulit baru.

Jika infeksi, luka terlalu kering atau terlalu lembap, atau perawatan yang tidak tepat mengganggu fase ini, hal tersebut dapat mengganggu penyembuhan. Luka bisa menjadi kronis dan lebih sulit ditangani.

Apa Saja Jenis Luka?

Luka bisa muncul karena kecelakaan, cedera, atau prosedur medis. Misalnya: luka sayat atau gores, luka bakar, luka tusuk, dan luka pascaoperasi.

Sebagian besar luka bisa sembuh sendiri. Tapi jika dibiarkan tanpa perawatan, luka berisiko terinfeksi. Hal ini bisa menjadi masalah serius, terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Waspadai Tanda-Tanda Luka Terinfeksi

Luka yang terinfeksi bisa dikenali dari beberapa tanda berikut:

  • Kemerahan dan hangat saat disentuh.
  • Rasa nyeri yang tak kunjung reda atau justru makin parah.
  • Keluar cairan kuning kehijauan (nanah), terutama jika berbau.
  • Area luka terasa kaku atau mati rasa.
  • Demam atau nyeri tubuh menyeluruh.

Jika mengalami salah satu dari gejala ini, segera konsultasikan ke dokter atau tenaga medis.

Langkah Dasar Merawat Luka

Merawat luka dengan benar dari awal bisa mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. 

Berikut beberapa langkah penting:

  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh luka.
  • Bersihkan luka dengan air mengalir. Jangan gunakan alkohol atau hidrogen peroksida langsung karena bisa mengiritasi jaringan sehat.
  • Gunakan pinset steril untuk mengangkat kotoran, seperti kerikil atau rumput.
  • Oleskan salep antibiotik atau petroleum jelly, bukan yodium.
  • Tutup luka dengan perban bersih. Ganti perban setiap hari atau saat kotor atau basah.
  • Lindungi luka dari kontaminasi, seperti kotoran, cairan tubuh, atau kuku yang tidak bersih.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari bantuan medis jika:

  • Luka tak kunjung membaik setelah beberapa hari.
  • Ada tanda infeksi serius.
  • Luka terlalu dalam atau lebar.
  • Anda memiliki kondisi tertentu seperti diabetes, yang memperlambat penyembuhan.

Luka bukan cuma masalah kulit. Ia adalah “jendela” kecil yang, bila dibiarkan terbuka tanpa perlindungan, bisa membawa masalah besar ke dalam tubuh. Jadi, jangan sepelekan luka sekecil apa pun. Rawatlah dengan benar sejak awal. Tubuhmu akan berterima kasih karenanya. (xt)

Referensi

GoodRX. Diakses pada 2025. Is it a Wound Healing or an infection? How to Tell and What You Can Do

PMC. Diakses pada 2025. Factors Affecting Wound Healing.

Leave feedback about this

  • Rating